“Ikutlah Aku”
Kis 28:16-20.30-31; Yoh 21:20-25
Bagian akhir dari Injil Yohanes membawa kita untuk merenung tentang apa yang menjadi tujuan kemuridan kita sambil memandang ke depan dengan mata iman yang tertuju hanya kepada Tuhan.
Petrus bertanya kepada Yesus tentang seperti apa nasib dari murid yang dikasihi Yesus, yakni Yohanes. Yesus kelihatannya tidak memberi jawaban pasti: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”
Dengan ini kita bisa belajar beberapa hal: pertama, mengikuti Tuhan adalah pilihan, pertama-tama bukan dari pihak kita, melainkan dari pihak Tuhan sendiri. Kedua, nasib kita ada di tangan Tuhan. Tugas kita adalah mengikuti suara Tuhan, meneladani hidup dan mengikuti jalan yang ditunjukkan-Nya. Hal yang sama berlaku untuk rekan seperjalanan dalam misi. Singkirkan kecemasan yang tidak perlu – bukan urusanmu. Ketiga, kehendak Tuhan menarik kita untuk terus berlangkah maju. Keempat, Tuhan adalah masa depan: “Engkau ikutlah Aku!” Apakah yang dikehendaki Tuhan saat ini, dengarkan dan lakukan.