Para Martir Uganda
Kamis, 3 Juni 2021
Hari Raya Santo Karolus Lwanga dan Para Martir Uganda
Tobit 6:10-11; 7:1, 9-17; 8:4-9
Mazmur 128
Markus 12:28-34

Terdapat 24 orang martir Katolik dari Uganda, 22 dibunuh antara 1885 dan 1887 atas perintah Raja Mwanga dan 2 tewas di tahun 1918 di Uganda Utara. Martir pertama adalah Yosef Mukasa Balikuddembe yang dipenggal kepalanya karena berusaha membela seorang uskup Anglikan.
Pada tanggal 25 Mei 1886, Raja Mwanga menjatuhi hukuman mati kepada sekelompok orang Kristen (Katolik dan Anglikan). Keesokan harinya, orang-orang Kristen itu dipaksa untuk memulai perjalanan menuju ke tempat eksekusi. Beberapa orang dibunuh dalam perjalanan. Setelah sampai di Namugongo, mereka dikurung selama seminggu sementara kayu-kayu disiapkan untuk pembakaran.
Tanggal 3 Juni 1886, Karolus Lwanga menjadi korban pertama yang dibakar. Dia direbahkan di atas kayu bakar dan dibakar bertahap dari kaki sampai kepala. Kemudian 12 Katolik, 13 Anglikan, dan 6 orang tahanan lainnya dibakar pada hari itu juga.
Sisa-sisa jenazah para martir berhasil dikumpulkan oleh beberapa orang Katolik yang datang ke tempat pembakaran pada malam hari setelah 6 bulan berlalu. Mereka harus berhati-hati karena tempat itu dijaga dan dilarang keras untuk menguburkan sisa-sisa jenazah orang yang dianggap kriminal. Mereka kemudian mengirimkan reliki itu kepada Uskup di Buganda dan dibawa ke Roma pada tahun 1964 untuk dipakai dalam misa kanonisasi para martir Uganda.
Pada tahun 1935, sebuah gereja didirikan di atas tempat para martir dibakar di Namugongo. Tahun 1967, gereja yang lama digantikan oleh sebuah bangunan yang lebih besar dan menjadi tempat ziarah dan gereja Martir-martir Uganda. Reliki para martir dikembalikan kemari setelah misa kanonisasi di Roma.
disarikan dan diterjemahkan dari https://www.ugandamartyrsshrine.org.ug/index.php