“Waspada”
Rabu Pekan Biasa XII, 23 Juni 2021
Bacaan: Kejadian 15:1-12, 17-18; Matius 7:15-20
Tentu kita semua pernah mendengar istilah ‘aspal’, yang artinya asli tapi palsu, karena memang ini barang tirutan yang tampaknya sama dengan yang asli. Pernah marak dengan adanya ijazah ‘aspal’ dan berbagai kejadian lain. Oleh sebab itulah diperlukan kejelian dan waspada dengan kejadian dan realita seperti itu. Ternyata dalam kisah Injil hari ini, Yesus juga mengingatkan akan adanya nabi-nabi palsu, yang menyamar sebagai domba, sama seperti serigala berbulu domba. Tentu saja mereka sangat berbahaya, karena tujuan mereka untuk menyesatkan manusia dan membawa pada kebinasaan, maka diperlukan kewaspadaan.
Tuhan Yesus memberikan gambaran kepada kita supaya dapat waspada dalam menghadapi kepalsuan ini dengan jeli dan tajan dalam melihat keselarasan ajaran dan perbuatannya atau buahnya. Jaman sekarang ini kita menghadapi banyak realita seperti ini, munculnya berbagai aliran yang sering membawa nama Yesus dalam pewartaaanya. Berbagai acara dan tayangan di televisi, youtube dan berbagai sarana media komunikasi lainnya. Tidak jarang pula kita mudah percaya dan segera menyebarkan tayangan atau ceritanya ke orang-orang lain sehingga semakin banyak orang bingung dan bisa juga menjadi tersesat. Maka penting sekalai seperti yang dikatakan oleh Yesus, mari perhatikan buahnya, kenyataan dan tindakannya, apakah memberikan kebaikan, kesejukan dan terutma memabwa kita semua kepada Tuhan, sang Sumber Kehidupan. Jika buahnya berhenti pada hal-hal duniawi dan manusiawi: kesuksesan, kekayaan, kesehatan, kenikmatan, popularitas diri, maka kita perlu waspada. Apalagi semuanya itu berhenti dan berfokus kepada pribadi mansianya, maka jelaslah kiat perlu berhati-hati. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menyangkal diri, memikuil salib dan mengikutiNya, bukan sebaliknya.
Kesadaran akan realita dunia kita sekarang ini seharusnya membuat kita semakin masuk ke dalam sumber iman kita dan semakin dekat kepada Pribadi Yesus Kristus sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup kita. Jangan mudah terkecoh dengan berbagai tayangan yang menarik namun bisa menyesatkan, apalagi dengan menggunakan keadaan Pandemi Covid-19 sekarang ini. Kita juga harus waspda agar kita tidak kena arus menjadi nabi palsu pula di jaman ini melalui perkataan dan tindakan kita yang bertentangan dengan iman kita.