Tuhan selalu beserta kita
Kejadian 46:1-7, 2830
Matius 10:16-23
Saudara-i terkasih,
Beberapa hari yang lalu saya sempat ngobrol per telephone dengan saudari saya. Bicara kesana kemari akhirnya bicara tentang pengalaman masa kecil bersama orangtua. Adik saya ini adalah adik wanita yang paling kecil dari delapan bersaudara. Kita cerita tentang pengalaman-pengalaman bersama bapa dan mama. Ketika kami semua sudah pada keluar dari rumah, saya sudah ke Seminari, saudara-saudari saya yang lain sudah melanjutkan sekolahnya, adapula yang sudah menikah, dialah satu-satunya yang masih tinggal di rumah bersama bapa dan mama. Dia bercerita bagaimana dia sering menemani bapa dan mama kalau akan bepergian mengunjungi kakek-nenek di kampung lain. Karena kampung kakek dan nenek agag jauh maka mereka harus nginap untuk dua atau tiga hari, kadang-kadang bisa seminggu. Dia katakan bahwa untuk melakukan perjalanan seperti itu bapa dan mama sudah beberapa hari mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa untuk kepentingan mereka selama beberapa hari di rumah kakek-nenek dan untuk keperluan kakek dan nenek. Singkatnya mereka harus membuat persiapan untuk suatu perjalanan dengan segala sesuatu yang harus dibawa dalam perjalanan dan yang perlu selama di kampung kakek dan nenek. Saya yakin anda dan saya juga pernah mempersiapkan segala sesuatu untuk suatu perjalanan dan melengkapi segala sesuatu yang diperlukan, yang akan dipakai selama dalam perjalanan dan selama berada di tempat tujuan. Singkatnya, segala sesuatu yang mau dijalani dan yang mau dicapai, semuanya perlu persiapan dan persiapan.
Dalam kehidupan imanpun tidak mustahil, untuk menjadi lebih dewasa dalam kepercayaan, sudah sangat pasti kedua orangtua kita masing-masing telah memberi kita persiapan yang baik. Kita diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang baik bersamaan dengan pendidikan agama, katekese, dan yang terutama dengan dan melalui contoh hidup iman kedua orangtua kita masing-masing. Semuatnya boleh dibilang adalah persiapan yang sangat berharga dalam hidup dan kehidupan kita.
Saudara-i terkasih
Bacaan-bacaan kita hari ini mengajarkan betapa pentingnya mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk perjalanan hidup iman kita. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus kepada para muridNya berpesan “… janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.” Yesus pun sudah mengingatkan mereka bahwa “mereka diutus seperti domaga ke tengah-tengah serigala…” segala kemungkinan dapat terjadi dan dialami. Tetapi Yesus katakan, “jangan kuatir!” Yesus dengan sangat tegas mengatakan: bahwa Allah akan selalu beserta kita. Apapun tantangannya, segala suka duka, onak dan duri yang akan ditempuh dan dihadapi serta rasa kesendirian, percayalah bahwa Allah tidak pernah akan mengutus kita tanpa ada persiapan. Suatu renungan yang mengingatkan saya selama menjalani tugas pastoral saya selama 39 tahun dalam panggilan imamat saya. Suatu pengalaman yang sangat berarti baik untuk diri saya sendiri maupun untuk mereka yang Tuhan percayakan kepada saya.
Oleh karens itu, saudara-saudariku terkasih. Mari, bersama-sama kita satu dalam doa dan korban untuk terus mepersiapkan diri, meperlengkapi diri dan hidup kita dengan segala sesuatu yang diperlukan untuk melayani mereka yang kita jumpai dalam perjalanan hidup ini, baik sebagai imam, biarawan/ti maupun sebagai awam dalam kehidupan keluarga, dalam komunitas dan dalam masyarakat, dimana saja kita berada dan diutus serta di tempat kerja kita masing-masing. Amin.