MENJADI PELAYAN DALAM KERAJAAN-NYA
Rabu, 18 Agustus 2021
Matius 20:1-16a
Allah hadir di dalam dunia dalam diri Yesus Kristus, Putera Tunggal-Nya. Dia adalah Firman yang telah menjadi manusia dan turun ke dunia dan tinggal bersama dengan manusia. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”( Yoh 1:14). Dengan demikian melalui kehadiran Yesus Kristus, menjadi jelas bahwa Allah peduli dan mengasihi umat manusia, sebab Dia tidak rela mereka hidup dalam cengkraman maut atau dosa. Setiap orang diundang untuk masuk dan hidup dalam Kerajaan-Nya, dengan cara menerima, percaya Yesus Kristus dan mau melaksanakan apa yang diajarkan-Nya. Apa yang diajarkan dan apa yang telah diberikan oleh Yesus Kristus adalah kasih, harapan, kebenaran, dan keselamatan. “Dan selanjutnya kata Yesaya: “Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”(Roma 15:12).
Mereka yang telan menerima dan percaya kepada Kristus dianugerahi kepercayaan untuk menjadi pelayan di dalam Kerajaan-Nya, untuk membawa jiwa-jiwa manusia untuk bisa mengenal dengan percaya juga kepada Yesus Kristus. Mereka menerima “upah” dalam pengertian sebagai berkat yang dibutuhkan orang setiap orang, agar ia bisa melayani Tuhan dan sesama dengan suka-cita, kerendahan hati dan ketulusan. “Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.”(Mat 20:1). Keterlibatan seseorang dalam menghadirkan Kerajaan Allah di dunia adalah jawaban bebas masing-masing orang dalam menanggapi tawaran dan panggilannya sebagai murid Kristus. Semakin seseorang dengan rendah hati dan tulus, maka semakin ia akan mampu membawa jiwa-jiwa manusia yang terselamatkan dengan iman mereka. Sebaliknya jika sikap rendah hati dan ketulusannya menipis, maka semakin ia menjadi sulit untuk menjadi sarana/sakramen keselamatan, bagi orang-orang yang ada disekitarnya, sebab ia masih belum sepenuhnya rela untuk mambawa Kristus kepada mereka yang dilayaninya. Akibatnya pelayanan-pelayanan bukan membawa damai namun sebaliknya bisa menjadi beban berat dan akan banyak mengeluh dan marah ketika pelayanan harus menuntut mereka untuk berkorban. “Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak , tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu.”(Mat 20:10-11).
Kerajaan Allah adalah Kerajaan Damai yang bersumber dari Allah yang dihadirkan oleh Yesus Kristus dan Dia melibatkan para murid-Nya juga untuk menjadi rekan kerja-Nya. Bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri, namun untuk kedamaian, kesejahteraan dan keselamatan umat manusia. “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”(Yoh 16:33). Sejauh dan sedalam relasi seseorang dengan Yesus Kristus, maka sejauh dan sedalam juga damai dan harapan yang ia terima dari Kristus. Dengan relasi yang dekat seperti ini, maka seseorang akan selalu rindu untuk tinggal bersama-Nya, dan akan berjuang untuk melaksanakan firman-Nya. “Jawab Yesus: “Jika seseorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.”(Yoh 14:23).
Serawai, Rm. Didik, CM