MISI UTAMA

MISI UTAMA

Jumat, 20 Agustus 2021

Matius 22:34-40

            Yesus Kristus turun ke dunia dengan membawa Misi menghadirkan Kerajaan Allah. Melalui Dia, Putera Allah, Allah Bapa menyelamatkan umat manusia agar terbebas dari dosa dan menerima keselamatan. Kerajaan Allah adalah Kerajaan Damai yang dibangun oleh Yesus Kristus sebagai fondasinya. Yesus mengutus para murid yang telah dipilih-Nya untuk juga ambil bagian dalam Misi yang sama. “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga  sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit, bangkitkanlah orang mati, tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan. Kami telah memperolehnya dengan Cuma-Cuma, karena itu berikanlah pula dengan Cuma-Cuma.”(Mat 10:7-8).

            Apa yang melandasi Kerajaan Allah yang dihadirkan oleh Yesus Kristus? Kerajaan Allah hadir pertama-tama di dalam hati manusia, dimana Allah bersemayam. Kerajaan Allah akan tumbuh berkembang saat seseorang mau menerima dan percaya kepada Allah dan Yesus Kristus, Putera-Nya menjadi Juruselamatnya. “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.”(Mat 12:28). Di dalam hati manusia, Allah menaburkan benih-benih Kerajaan Allah, dengan harapan bahwa benih tersebut bisa tumbuh, berkembang dan berbuah. “Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah.”(Mrk 4:26).

            Pertumbuhan benih Kerajaan Allah membutuhkan kerjasama dengan manusia, yaitu dengan cara menjaga dan merawat supaya benih tersebut bisa tumbuh berkembang. Cara menjaga dan merawat adalah dengan berani meninggalkan diri dan melaksanakan apa yang di Sabdakan-Nya. “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”(Mat 22:37-39). Di dalam hukum tersebut telah tercakup seluruh isi Kitab Suci. “Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan Kitab para nabi.”(Mat 22:40).  Dengan demikian, jika seseorang mampu menjalankan hukum tersebut, maka ia telah menjadi pelaku Sabda/firman. “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”(Yakobus 1:22).

            Secara bertahap ketika firman Allah telah diterima di dalam hati manusia, maka benih Kerajaan Allah akan bisa tumbuh. Pertumbuhannya bisa dilihat dari perubahan sikap, cara pandang, dan prilaku seseorang yang menjadi lebih rendah hati, tenang, dewasa, dan murah hati. Dengan demikian seseorang akhirnya bisa menghadirkan wajah Yesus Kristus sendiri di dalam kata dan perbuatannya. Siapa pun orang yang melihat dan bertemu dengannya akan merasakan daya/energi positif yang penuh damai, sebab apa yang dipancarkan bukan dari dirinya sendiri tetapi Kristus Yesus yang diam dan meraja di dalam hatinya. “Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cavangnya.”(Luk 13:19).

                                                                                                                                                             Serawai, Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »