DIA TETAP SETIA

DIA TETAP SETIA

Sabtu, 4 September 2021

Lukas 6:1-5

            Yesus menegaskan kepada orang-orang Farisi yang terus menyerang Yesus dengan tuduhan bahwa Yesus tidak menghormati hari Sabat, dengan menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan atas hari Sabat. “Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”(Luk 6: 5). Artinya bahwa di dalam Yesus Kristus, segala sesuatu yang ada dijadikan, karena Dia adalah Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan diatas segala-galanya dan kehendak-Nya adalah agar semua manusia percaya kepada-Nya dan memperoleh hidup yang kekal. “Karena di dalam telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”(Kolese 1:16). Oleh karena itu, Yesus adalah Tuhan segala sesuatu diciptakan dalam Dia dan Dia datang untuk menyelamatkan umat manusia.

            Orang Farisi menganggap bahwa cara menghormati hari Sabat adalah tidak melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu, sehingga bisa dengan sesuka hati mereka mengadili dan menghukum siapa saja yang melanggar aturan tersebut, tanpa melihat terlebih dahulu maksud dan tujuan orang berbuat demikian.  Akan tetapi Yesus menegaskan bahwa yang terpenting adalah belas kasihan.  Oleh karena itu, hari Sabat bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk berbelas kasih, berbuat baik, dan menolong sesamanya yang menderita dan yang sakit. “Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.”(Mat 12:7).

            Sikap Yesus yang selalu menaruh belas kasihan kepada manusia didasarkan pada kerinduan-Nya agar setiap orang menerima keselamatan. Dengan demikian setiap pribadi manusia berharga di hadapan Allah. Sekalipun manusia dengan segala kerapuhannya sering jatuh dalam dosa, namun Dia tetap setia dan belas kasih Allah tetap tidak berkurang, sehingga setiap orang diundang kepada-Nya.”Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”(2 Timotius 2:13).  Kerinduan Allah untuk membawa semua manusia menjadi satu di dalam Yesus Kristus merupakan kenyataan yang sudah terjadi, sebab Yesus Kristus sudah datang dan telah menderita, wafat di salib untuk menebus dosa-dosa manusia. Namun mengapa masih ada sebagian manusia yang masih ragu dan bahkan tidak percaya? “Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”(Luk 13:34).

            Yang dibutuhkan sekarang adalah keheningan untuk bisa menyadari kasih dan kebaikan Allah yang telah dilakukan dari diri Yesus Kristus. Dia adalah Tuhan atas segala yang hidup dan yang mati. Dalam Dia, mereka yang percaya diselamatkan. “Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.”(Roma 14: 9). Jika seseorang menyadari kasih dan kebaikan Allah, maka ia akan tahu dan pengerjakan apa yang harus dilakukan.

                                                                                                                                            Serawai, Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »