DIMULAI DARI HATI

DIMULAI DARI HATI

Jumat, 3 September 2021

Lukas 5: 33-39

            Orang-orang Farisi sering melontarkan pernyataan untuk mencari kesalahan Yesus Kristus. Dibalik aturan-aturan agama dan adat-istiadat, orang farisi menyatakan bahwa Yesus Kristus dan para murid-Nya tidak mentaati aturan-aturan tersebut. Mereka menuduh bahwa Yesus dan para murid-Nya tidak berpuasa sesuai aturan yang ada. “Orang-orang farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”(Luk 5:33). Mengapa orang-orang Farisi mengolok-olok Yesus? Titik tolak orang-orang Farisi menyatakan hal tersebut adalah dari sisi luar yaitu aturan-aturan. Sebaliknya Yesus melihat bahwa apa yang baik dimulai dari dari diri seseorang, yaitu apa yang di dalam hati dan pikirannya.

Dengan demikian seseorang tidak sekedar bertindak karena aturan tetapi bertindak karena hati tulus yang termotivasi oleh nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang diperjuangkan. Orang-orang Farisi memperjuangkan uang, kehormatan, dan reputasi. “Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.”(Luk 16:14). Sebaliknya, Yesus memperjuangkan agar jiwa-jiwa manusia terselamatkan dan masuk dalam Kerajaan Allah. “Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.”(Luk 4:43).

Apa yang diajarkan oleh Yesus, semua perlu dimulai dari dalam hati adalah cara untuk menghayati iman. Sesuatu yang baik, benar dan suci tidak akan bisa ditempatkan di dalam  hati yang jahat. “Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengkoyakkan kantong itu dan anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur.”(Luk 5:37). Anggur yang baru adalah kebaikan/kasih Tuhan dan kantong yang tua menjadi simbol hati yang belum tenang, yang masih dipenuhi hal-hal yang jahat.  Dengan demikian hati yang jahat tidak akan melahirkan sesuatu yang baik. Hal-hal yang baik akan muncul dari dalam diri seseorang yang memiliki hati yang tulus. “Orang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaanya yang jahat.”(Luk 6:45).

Sesuatu yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada para murid-Nya adalah iman. Iman adalah sesuatu yang ditanamkan ke dalam hati seseorang. Oleh karena itu, apa yang ada di hati inilah yang pertama-tama dijaga dan ditumbuhkan. Semua yang dikatakan dan yang dilakukan akan baik, jika iman telah mempengaruhi seluruh dimensi hidup seseorang, yang dimulai dari hati dan pikiran. Perjuangan setiap murid Kristus adalah bagaimana caranya agar iman tersebut bisa terawat dam tumbuh di dalam hidupnya. “Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.”(Mrk 4:32).

                                                                                                                                               Serawai, Rm. Didik, CM

Comments are closed.
Translate »