Doa dan panggilan menjadi rasul
Selasa, 7 September 2021
Luk 6:12-19
Dalam Injil hari ini, kita merenungkan dua hal yaitu: doa dan panggilan kedua belas rasul. Dikisahkan Yesus pergi mendaki sebuah bukit untuk berdoa semalam-malaman sebelum memanggil para rasul yang nantinya menjadi utusan, misionaris. Kita bisa mengimajinasikan bagaimana Yesus senantiasa berdoa dan melalui doa itu Yesus mengintegrasikan dalam karya pelayananNya termasuk dalam memilih para rasul. Oleh karena itu doa dapat dikatakan menjadi semacam “kompas” yang memberikan arah bagi hidup kita. Doa menjadi sarana menegaskan kehendak Allah. Santo Vincentius de Paul, pendiri Kongregasi Misi (CM) dan Serikat Puteri Kasih (PK) juga menemukan bahwa “doa adalah sesuatu yang penting bagi jiwa untuk merawat hidup, seperti oksigen udara bagi manusia atau air bagi seekor ikan untuk tetap bertahan hidup. Seperti manusia tidak dapat hidup tanpa air, tetapi ia akan mati kalau kekurangan oksigen. Hal yang sama terjadi bagi seorang Puteri Kasih tidak akan mampu hidup dalam roh apabila tanpa doa; dan jika kebutuhan-kebutuhan itu tidak terpenuhi, maka ia akan mati tubuhnya, ia mulai mati karenanya. Oleh Karena itu, mengapa kalian harus melakukan hal utama tersebut di antara kalian. Dan para Suster Abdi hendaknya menjaga tradisi tersebut. Dari waktu ke waktu saya memintanya, untuk menyenangkan Allah” (SV X, 604). Doa menjadi sumber kekuatan dalam hidup kita. Yesus memberikan teladan bagi kita untuk melibatkan Allah dalam mengambil setiap keputusan. Itulah pesan Injil yang pertama.
Selanjutnya Yesus memanggil para rasul untuk menjadi utusannya. Yesus memanggil para rasul secara personal dengan menyebut nama-nama mereka. Apa arti panggilan para rasul yang dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini? Yesus memanggil dan memilih keduabelas rasul yang berasal dari kalangan orang-orang yang sederhana. Para rasul bukanlah orang yang berpendidikan tetapi orang yang mempunyai kapasitas dan kemauan untuk mendengarkan ajaranNya. Yesus mengundang kita untuk berpartisipasi dalam karya keselamatan. Ia mengundang kita untuk terlibat dalam karya keselamatan yang diwujudkan dalam tindakan melayani dan mengasihi sesama. Kisah Injil hari ini menegaskan bahwa doa menjadi kekuatan kita dalam mengemban tugas dan tanggung jawab kita dalam pekerjaan ataupun panggilan. Memulai bersama Allah, melakukan bersama Allah dan menyelesaikan pula bersama Allah. Terpujilah Allah!
“Tuhan Yesus Kristus, nyalakanlah di dalam hati kami kerinduan yang mendalam akan kehendakMu dan kobarkanlah dalam hati kami semangat sebagai rasul-rasulMu dalam mewartakankan kasihMu setiap hari”