Bersukacita dan bergembira akan hal-hal yang sederhana dan kecil dalam kehidupan ini.

Bersukacita dan bergembira akan hal-hal yang sederhana dan kecil dalam kehidupan ini.

Nehemia 8:1-4a, 5-6, 7b-12

Luke 10:1-12

Saudara-saudari terkasih,

    Nehemia dalam bacaan pertama hari ini berkata: “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu, Jangan kamu berdukacita dan menangis”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat. Sementara orang yang mendengar kutipan diatas bisa saja memberi reaksi yang sangat negatip dengan mengatakan: “enak aja! kalau orang merasa sedih, tertekan, kehilangan dan lain sebagainya, pasti akan sangat bersedih dan mengangis!” Apalagi dalam masa Pandemic ini dunia merasa sangat depressed, sedih dan berduka atas kehilangan orang -orang yang dikasihi, kantongpun sakit karena tidak ada masukan untuk meneruskan dan atau untuk membiayai hidup keluarga dan lain sebagainya. Sudah hampir dua tahun seluruh dunia hidup dalam ketidakpastian, kapan pandemic ini akan berakhir? Tetapi dipihak lain sebagai orang beriman kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah akan meninggalkan kita, atau akan membiarkan ketidakpastian ini terus berlanjut. Berkat pengetahuan, teknologi, ketrampilan para scientist, dokter dan perawat serta vaccines yang telah ditemukan, kita perlu bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan untuk segala kemampuan dan pengetahuan mereka yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka untuk mengatasi persoalan dunia ini. 

    Lalu apa yang dimaksudkan dengan pernyataan “bersukacita dan bergembira?” Sukacita dan kegembiraan dapat kita pelajari dari anak-anak yang secara perlahan-lahan tertegun memperhatikan semut-semut di pinggir jalan, pertumbuhan rumput, memperhatikan batu-batuan dan apa saja yang mereka lihat. Rasa kagum dan sukacita dari anak-anak kecil itu mengingatkan kita akan kegembiraan atau sukacita serta rasa penasaran akan apa yang akan terjadi, akan apa yang akan diperoleh dalam kehidupan kita masing-masing. Apa yang akan terjadi, tak seorangpun tahu. 

    Hal itu akan menjadi lebih mudah apabila kita memiliki pekerjaan yang stabil, kesehatan yang baik, rumah yang layak, pasangan yang tepat dan cocok dan kehidupan sosial yang sempurna dan membahagiakan. Kita semua menyadari bahwa untuk menemukan keadaan itu samasekali tidak mudah diperoleh. Karena itu kita akan bisa saja menjadi gelisah, putus asa, takut kalau hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas tidak kita jumpai, tidak kita peroleh. Hal itu akan menjadi satu tantangan yang sangat berat dalam kehidupan ini.

    Namun, hari ini Yesus lewat para muridNya mengingatkan kita juga bahwa tantangan-tantangan dalam kehidupan ini akan selalu kita hadapi dan tak dapat kita hindari. Yesus menegaskan bahwa kita tidak pernah akan berjalan sendirian, tetapi seperti para rasul mereka diutus berdua-dua – dan mereka akan selalu hidup dalam dan bersama komunitas umat Allah. Mereka diberi tanggungjawab atas apa yang mereka miliki, bergantung kepada apa yang disediahkan oleh Tuhan dan menerima keramahtamahan dari komunitas dimana mereka akan tinggal. Disana para murid akan mewartakan kabar gembira bahwa kerajaan Allah sudah dekat. 

    Oleh karena itu, undangan Tuhan untuk bergembira samasekali tidak merupakan isapan jempol, tetapi lebih merupakan suatu undangan untuk memiliki sikap seperti anak kecil yang selalu menunjukkan kepekaan, kekaguman dan penasaran akan segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini. Selalu bergembira dan bersukacita dalam menghadapi setiap tantangan, pergolakan dalam kehidupan ini. Kita akan senantiasa berjalan bersama Tuhan dan dengan Tuhan, sejauh kita masih selalu menaruh kepercayaan kepada apa yang telah dijanjikan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan pada waktunya akan mencapai kepenuhannya. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป