Santu Mikhael, Rafael dan Gabriel Malaikat Agung
Wahyu 12:7-12a
Yohanes 1:47-51
Kemuliaan Allah kekal selama-lamanya
Saudara-saudari terkasih,
Renungan hari yang istimewa, merayakan pesta ketiga malaikat agung: Mikhael, Rafael dan Gabriel. Meskipun para malaikat yang kita ketahui memiliki perananan yang berbeda-beda sesuai dengan devosi kita, namun yang paling utama secara teologis kita tahu bahwa para malaikat itu terus menerus dan tak henti-hentinya memuji dan memuliakan Allah dan membantu para mahluk Allah untuk bersama-sama melakukan hal yang sama demikian kata St. Thomas Aquinas. Mereka melayani umat Allah: memberi pertolongan, mendukung, dan melindungi. Para malaikat itu menyampaikan kabar baik, membantu dan menguatkan iman kita secara rohani dalam menghadapi setiap pencobaan serta mendorong kita untuk memuji dan memuliakan Allah.
Di dalam kitab wahyu dari bacaan hari ini para malaikat agung itu telah memenuhi apa yang harus mereka lakukan. St. Mikhael bersama para malaikat menaklukan setan bersama setan-setan lainnya. Selanjutnya dalam injil Yohanes, Yesus berbicara tentang Natanael “seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya,” dan kepada Natanael Yesuspun meyakinkan dengan pernyataan ini: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia,” Lalu Natanael menjawab panggilannya untuk menjadi murid Yesus. Suatu perkenalan yang luarbiasa yang dialami Natanael.
Saudara-saudariku terkasih,
Seperti Natanael, Yesuspun sudah sangat pasti pernah memanggil kita untuk mengikuti Dia. Pada kesempatan ini, berangkat dari pengalaman Natanael kita semua diajak untuk merenungkan pengalaman rohani kita masing-masing selama kita mengikuti Yesus. Minggu lalu saya mengikuti Convocation untuk para imam sekeuskupan San Diego selama empat hari. Convocation tahun ini dilakukan di Lawrence-Welk 45 menit jaraknya dari paroki dimana saya tinggal. Pembicara tunggal selama empat hari itu adalah Rev. Garret Galvin OFM, Profesor dari Franciscan School of Theology dan The University of San Diego. Thema convocation tahun ini adalah “The Priesthood The Journey to Holiness.” We participate vicariously in Jesus’s true priesthood, we heard stories of journey in different parables in the Lucan and Psalms. Suatu pengalaman yang luarbiasa. Saya sangat terkesan dan sekaligus menjadi bahan permenungan saya ketika beliau menjelaskan pengalaman rohani menjadi murid Yesus berangkat dari Mazmur 8 ayat 5b yang menjadi motto tahbisan saya: “Tuhan siapa saya sehingga Engkau memperhatikan?”… “apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
Ada sekian banyak pengalaman yang telah saya alami selama mengikuti Yesus, segala suka-duka, jatuh bangun, tantangan demi tantangan selama menjawab tugas panggilan saya. Mazmur ini telah menjadi bahan permenungan saya selama empat hari itu. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan untuk boleh mengalami kebesaran, kemuliaan, kemahakuasaan dan Kasih SetiaNya kepada saya selama saya menjalani tugas imamat saya.
Oleh karena itu saudara-saudariku terkasih, pesta ketiga malaikat agung hari ini, saya mengajak anda untuk terus menerus memuji dan memuliakan Allah yang begitu setia menyertai kita dalam perjalanan hidup ini. Saya senang sekali dengan kutipan berikut: “In the sight of the angels, I will sing your praises, Lord. Because of your kindness and your truth; for you have made great above all things your name and your promise. When I called, You answered me; You built up strength within me.” Amen.