MENJADI UTUSAN-NYA

MENJADI UTUSAN-NYA

Kamis, 28 Oktober 2021



Lukas 6:12-19

Yesus Kristus memilih dua belas rasul untuk ambil bagian dalam mewartakan Kerajaan Allh. “Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul”. (Luk 6:13). Sekalipun mereka memiliki keterbatasan-keterbatasan, namun mereka dipercaya untuk mengemban tanggung jawab yang mulia, bahkan salah satu dari mereka yaitu Yudas Iskariot nenghianati-Nya. “Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.” (Luk 6:16).

Mereka yang telah dipilih menjadi rasul merupakan utusan Kristus. Dengan demikian keberadaan mereka tergantung pada siapa yang mengutus, yaitu Yesus Kristus. Mereka melakukan segala sesuatu bukan atas kemauan atau keinginan mereka sendiri, akan tetapi berjalan karena mengikuti jalan dan jekak Kristus. “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”(1 Petrus 2:21).

Hal yang sama berlaku untuk semua murid-murid Kristus. Mereka berjalan tidak lagi sebagai anak dunia atau menjadi hamba dari keinginannya sendiri, tetapi sebagai anak Allah, karena iman kepada Yesus Kristus. “Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. “(Galatia 4:7). Warisan yang dianugerahkan kepada murid-murid Kristus adalah perutusan untuk menjadi anak Allah dan saksi Kristus yang hidup di dunia, yang berani hidup sebagai orang yang telah menerima penebusan dosa oleh Kristus,  dengan menampilkan hidup sejalan dan serupa dengan Yesus Kristus. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”(Roma 12:2).

Dengan demikian, menjadi pengikut berarti menjadi murid Kristus, dan menjadi anak Allah. Masing-masing orang yang dipanggil menjadi pengikut Kristus diajak untuk berjuang menyelaraskan hidupnya dengan hidup Yesus sendiri. Dengan cara ini maka secara bertahap ia makan bisa mewujudkan panggilannya sebagai saksi Kristus dan sebagai anak Allah. “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.”(2 Kor 3:18)

Rm. Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »