Jumat, 29 Oktober 2021



Lukas 14: 1-6

Pada suatu hari Sabat, Yesus menyembuhkan orang yang sakit busung air. Sebelum dilakukan-Nya, orang Farisi sudah mengamat-amati Yesus, agar mereka bisa menyalahkan Yesus karena melakukan-Nya pada hari Sabat. Yesus tetap melaksanakan niat baik-Nya; menyembuhkan yang sakit. Yesus prihatin dengan pemikiran dan sikap orang-orang Farisi, yang tidak melihat bahwa nilai penghargaan hidup manusia lebih tinggi aturan-aturan yang dibuat manusia. “Kemudian Ia berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya.” (Luk 14:5-6).

Apa yang telah dilakukan Yesus adalah ungkapan bahwa Allah berbelas kasihan kepada manusia yang menderita. Sebab Allah adalah kasih dan Dia telah hadir dalam diri Yesus Kristus untuk menjumpai manusia dan rela menderita dan wafat untuk keselamatan umat manusia. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” (1 Yoh 4:16)

Sikap yang tunjukkan oleh orang-orang Farisi menjadi tanda bahwa kebaikan dan kasih Allah tersembunyi bagi orang-orang yang sombong. “Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.”(Mat 11:25). Kesombongan bisa terjadi karena manusia lupa dengan siapa dirinya dan siapa Allah bagi hidupnya. Lupa juga bahwa segala miliknya bukan semata-mata karena usahanya sendiri, sebab semua kekuatan untuk mencapai mimpinya: potensi, kesempatan, hidup, kecerdasan dll yang dimilikinya adalah anugerah dari Allah.

Dengan demikian tidak ada satupun manusia yang layak dan berhak mengatakan bahwa ; saya bisa hidup sendiri dan sukses karena kekuatan diri sendiri, apalagi sampai ia berani melawan Tuhan dengan sikapnya yang jahat terhadap sesama dan alam serta sombong. Pada akhirnya nanti orang yang tinggi hatinya akan direndahkan, dan orang yang rendah hati akan menerima kemuliaan dari Allah. “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”  (Luk 14:11)

Rm. Didik, CM