Senin 7 Nov 2021
Bacaan Liturgi, Senin 7 Nov 2021: Wis 1:1-7; Lk 17:1-6
Bacaan Injil Lukas ini memiiki 3 bagian yaitu, pertama persoalan tentang penyesatan (ayat 1-2); kedua tentang pengampunan (ayat 3-4) dan yang terakhir tentang iman (ayat 5-6). Ketiga ajaran Yesus itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah menghadapi orang yang dengan sengaja berusaha menyesatkan orang lain, mengambil keuntungan dari sesama, memanfaatkan kelemahan mereka, dan menjatuhkan sesamanya agar tidak hidup sesuai dengan kebaikan. Kita sering tidak tahu mengapa orang berbuat demikian jahat pada sesama. Yang pasti bahwa kejahatan, penyesatan, penipuan dan bahaya kedosaan selalu membayangi Langkah setiap orang yang berusaha hidup baik dihadapan Allah dan sesama. Yang lebih dikecam oleh Yesus adalah orang yang menyesatkan orang lemah dan tidak berdaya. Orang menyesatkan mereka karena orang lemah lebih mudah dipengaruhi dan dijatuhkan dibanding dengan orang yang secara spiritual sudah kokoh imannya.
Selanjutnya Yesus berbicara soal pengampunan. Ajaran ini sama dengan kisah Petrus yang bertanya berapa kali saya harus mengampuni saudara? Yesus menjawabnya, berkali-kali dan tanpa henti. Kalau dalam ajaran ini, orang yang minta ampun sehari 7x harus kita ampuni. Artinya tiada henti, seorang beriman diajarkan untuk mengampuni orang yang bersalah walau ia berkali-kali jatuh dalam kesalahan. Namun kalau kesalahannya dilakukan karena menyesatkan orang lemah, ia haru dihukum berat.
Pasti tidak mudah mempraktekkan ajaran Yesus untuk mengampuni orang lain yang datang 7x sehari pada kita. Mengampuni yang datang hanya sekali saja sering kita tidak mampu mengampuninya, apalagi datang berkali-kali.
Kemampuan orang agar bisa mengampuni itu perlu didasarkan pada iman yang kokoh. Para murid meminta, “ Tuhan tambahkan iman kami!” agar mereka bisa mengampuni sesama. Yesus sendiri memberi jaminan, kalau imanmu sebesar biji sesawi saja, imanmu bisa mengubah apa yang dinilai mustahil dalam hidup.
Oleh karenanya, bacaan Injil ini mengingatkan agar kita tidak jemu-jemu meminta iman yang besar. Kalau kita masih berat untuk mengampuni sesama, dendam pada orang karena mereka bersalah, dan sakit hati karena disesatkan dan dijatuhkan, mintalah iman agar kita dikuatkan untuk menghadapi semua itu.