Perayaan Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Perayaan Pemberkatan Gereja Basilika Lateran

Bacaan: Yeh 47: 1-2, 8-9, 12 dan Yoh 2: 13-22

Kadang kita bertanya-tanya, apa hubungan perayana pemberkatan gereja basilica Lateran dengan kita yang jauh dari Roma? Bukannya perayaan pemberkatan itu hanya untuk mereka umat paroki Gereja Basilika saja?

Gereja Basilika Lateran adalah tempat dimana Paus Roma menjadi uskup di sana. Kita orang Katolik seluruh dunia merayakannya sebagai tanda kesatuan seluruh Gereja dengan Paus sebagai pengganti Petrus. Gereja Basilika Lateran disebut sebagai ibu dan kepala Gereja Roma dan seluruh dunia.

Kisah Yesus membersihkan Bait Allah Yerusalem mengingatkan kita kalau ada berbagai kepentingan dan kebutuhan orang mengapa mereka pergi ke tempat doa. Bait Allah Yerusalem bagaikan sebuah basilika, pusat dari semua tempat ibadat bagi orang Yahudi yang tersebat di berbagai tempat. Tentu saja orang pergi ke Bait Allah untuk beribadah. Namun ada pula orang datang ke Bait Allah untuk mencari nafkah. Orang membuka tempat penukaran uang recehan untuk persembahan. Ada pula orang menjual binatang mulai dari burung merpati sampai kambing domba sebagai syarat kurban bagi pengampunan dosa atau kurbah silih.

Melihat semua kegiatan tukar menukar uang dan jual beli dalam Bait Allah membuat hati Yesus meradang. “Cinta akan rumahMu menghanguskan aku!” Dia melemparkan uang para penukar uang. Mengusir para pedagang ternak dan menghalau mereka dengan cambuk. Luar biasa kemarahannya.

Kalau tantangan yang dihadapi Yesus saat itu adalah soal ekonomi dan penyalahgunaan tempat ibadat untuk bisnis serta mencari keuntungan. Lain  lagi persoalan Gereja Katolik yang ada sekarang ini. Kesatuan dan keutuhan Gereja digerogoti oleh pertentangan antara sesama orang Katolik yang berseberangan karena berbeda idiologi. Ada yang me nyebut diri Katolik liberal, ada pula orang memandang sesama Katolik masuk dalam kelompok konservatif. Selain itu, ada pula orang-orang Katolik yang menentang Paus Fransiskus dan tidak menerimanya.

Dalam perayaan pemberkatan Gereja basilika Lateran ini, kita diajak untuk berdoa bagi kesatuan umat Katolik. Semoga perbedaan pendapat, perselisihan idiologi, dan ketidakpercayaan pada pemimpin Gereja tidak membuat Gereja semakin lemah dan memudar maknanya. Kita menyadari bahwa umat yang membentuk Gereja Katolik ini memiliki banyak kelemahan dan kekurangan. Namun janganlah semua kekurangan itu meruntuhkan dan melemahkan iman kita akan Yesus Krisus.

Comments are closed.
Translate »