PERCAYA SAJA

PERCAYA SAJA

Rabu, 5 Januari 2022


Markus 6:45-52

Yesus Kristus mempertegas kembali bahwa iman adalah fondasi untuk hidup setiap orang. Para murid telah disiapkan oleh Yesus dengan pengalaman bersama dengan Yesus; melalui kotbah-kotbah-Nya dan melalui mujizat-mujizat yang dibuat Yesus di depan mata mereka agar mereka percaya kepada-Nya. Akan tetapi mereka lamban untuk bisa percaya. “Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.(Mrk 6:51-52).

Mengapa mereka lamban untuk percaya? Seseorang bisa percaya karena ketekatan hati bukan dari pertimbangan manusia, tetapi dari gerak Roh Kudus. “Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!” Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”(Luk 8:49-50). Dengan demikian, Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk percaya tanpa ada kebimbangan lagi. Jika seseorang yang mau percaya tetapi masih bertanya tentang kuasa dan kasih Tuhan Yesus  maka kepercayaannya tidak mendalam. “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Mat 5:37). Saat seseorang mau percaya kepada Yesus Kristus maka kuasa kejahatan akan  berusaha untuk mengacaukan hati dan pikiran orang tersebut agar akhirnya ia tidak percaya. Itulah cara karja si setan yang merusak dari dalam diri manusia.

Oleh karena itu, jika seseorang mau percaya kepada Tuhan Yesus maka yang perlu dikalahkan dalam diri sendiri melawan keraguan dan mengalahkan roh jahat yang mencoba menguasahi pikirannya. “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”(1 Petrus 5:8). Si jahat akan mencari mereka yang bimbang sebab mereka mudah dikuasai. Oleh karena itu, untuk bisa percaya kepada belaskasih Allah, seseorang harus tegas dan bulat hati dan budinya untuk menyerahkan hidupnya kepada Yesus Kristus.

Rm Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »