PANGGILAN SEORANG MURID
Selasa,4 Januari 2022
Markus 6:34-44
Yesus mendorong kepada para murid-Nya sikap berbelas kasih kepada sesama yang membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, kepekaan hati untuk berempati dan kepedulian di dalam tindakan adalah sikap yang tidak terpisahkan sebagai murid-murid Kristus. “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Mrk 6:34). Mengapa mereka harus peka dan menolong sesama yang menderita? Karena Tuhan telah terlebih dahulu berbelas kasih kepada mereka. Yesus ingin bahwa sikap dan tindakan-Nya diikuti oleh semua murid-Nya. “Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.”(Mrk 6:41).
Dengan demikian, para murid dipanggil dan dipilih untuk menjadi alat dan saluran kasih Allah kepada sesama. Menjadi alat dan saluran kasih Allah bukan menunggu dimana seseorang menjadi besar atau kaya dulu secara materi, karena berbelas kasih mengalir dari iman seseorang, bukan mengalir dari kekayaan materi. Justru belas kasih dimulai dari hal-hal yang kecil.”Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya mereka berkata: “Lima roti dan dua ikan.” (Mrk 6:38). Iman kepada Yesus Kristus yang telah berbelas kasih kepada manusia merupakan dasar, alasan, dan motivasi sesorang untuk berbela rasa dan berempati kepada sesamanya.
Rm Didik, CM