HATI YANG BARU

HATI YANG BARU

Sabtu, 9 April 2022


Yohanes 11:45-56

Yesus berusaha mengetuk hati setiap orang untuk bisa menerima tawaran kasih Allah melalui Diri-Nya sebagai Mesias, namun hati mereka sudah tertutup. Ketika hati manusia sudah tertutup dengan semua pemikirannya sendiri, maka mereka tidak bisa menerima hal yang baik dari Allah melalui Yesus Kristus, Putera-Nya. “Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.” (Yoh 11:48).

Hati mereka tertutup oleh kekuatiran, kebencian, dan kesombongan, akibatnya mereka gagal untuk bisa percaya bahwa Yesus adalah Putera Allah. Oleh karena itu tokoh-tokoh orang Yahudi tersebut membuat keputusan untuk menangkap Yesus dan menyalibkan-Nya. “Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.”(Yoh 11:53). Keputusan yang tidak adil yang dibuat oleh mereka yang menganggap diri mereka lebih benar dan baik ditajuhkan kepada Yesus Kristus yang hidup-Nya telah diberikan sepenuhnya untuk keselamatan manusia dengan memberikan kasih tulus dimana banyak orang telah merasakan kebaikan-Nya; orang sakit disembuhkan, orang lumpuh berjalan lagi, yang kusta ditahirkan, yang berdosa diampuni, yang lapar dibuat-Nya kenyang, yang kehabisan anggur saat pesta di buat-Nya air berubah menjadi anggur, yang mati dihidupkan kembali, dan banyak lagi kebaikan yang telah dilakukan oleh Yesus didepan mata mereka. Namun semuanya itu tidak membuat hati mereka luluh.

Kenyataan pahit, ironi dan mengherankan telah terjadi yaitu kebaikan dibalas dengan kejahatan antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang menolak-Nya. Pengalaman Yesus adalah suatu potret realita kehidupan yang keras di dunia ini, dimana tidak sedikit orang yang mengalami hal yang serupa. Sikap Yesus terhadap mereka yang berbuat jahat kepada-Nya  adalah mengalahkan kejahatan dan kebencian manusia dengan pengampunan. Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.”(Luk 23:34). Dengan demikian, hanya dengan pengampunan kekuatan dosa yang merusak bisa dikalahkan dan dipatahkan. Hal itulah yang telah dilakukan Yesus Kristus terhadap orang-orang yang telah menyalibkan-Nya.

Oleh karena itu, melalui Yesus Kristus semua umat manusia telah diampuni dosa-dosa mereka. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,”(Efesus 1:7). Alangkah indahnya jika orang-orang yang berkeras hati menjadi lunak, sehingga damai, suka cita, dan keselamatan dapat mereka rasakan berkat iman kepada Yesus Kristus. “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”( Yehezkiel 36:26).

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »