KASIH SETIA ALLAH
Senin, 11 Juli 2022
Matius 10: 34-11:1
Yesus mendorong para murid-Nya untuk senantiasa sadar bahwa panggilan menjadi murid adalah panggilan dari Allah. Jika Allah memanggil dan memilih mereka, maka Allah telah merencanakan dan menentukan , serta telah menyiapkan segala sesuatu untuk kebaikan mereka dalam hidup, supaya mereka bisa fokus dalam mewartakan kebaikan Allah. Oleh karena itu, Allah hadir di dalam diri mereka dan siapa pun yang berjumpa dengan mereka dan percaya dengan pewartaan mereka, berarti mereka yang menerima murid-murid-Kristus berjumpa dan menyambut Kristus sendiri yang telah memanggil mereka. “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”(Mat 10:42).
Dengan demikian sejauh para murid tetap menjaga persatuan yang erat dengan Kristus, maka mereka ada di dalam perlindungan dan bimbingan-Nya. Mereka ada berdiri di pihak Allah ketika mereka hidup dalam kebaikan dan kebenaran, seturut dan sejalan dengan apa yang telah mereka terima dari Allah. Karena kasih setia Allah yang tidak pernah mengecewakan, maka mereka yang setia kepada-Nya akan menerima berkat dan pertolongan-Nya. “Tolonglah aku, ya TUHAN, Allahku, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya mereka tahu, bahwa tangan-Mulah ini, bahwa Engkaulah, ya TUHAN, yang telah melakukannya.”(Mzm 109:26-27).
Oleh karena itu, hal yang penting di dalam diri para mengikut Kristus adalah setia dalam percaya kepada Allah, dalam situasi apa pun. Dengan cara itu, maka kasih setia Allah dan penyertaan-Nya akan mengalir terus menerus sampai kekal kepada mereka yang setia dalam iman(percaya). “Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.”(Mzm 25:10).
Didik, CM