MENGENALI DIRI
Selasa, 12 Juli 2022
Matius 11:20-24
Yesus menyatakan keprihatinan-Nya kepada mereka yang tidak menangkap maksud baik Yesus, agar mereka percaya bahwa Allah adalah Maha Baik, yang mengutus Putera-Nya ke dunia untuk mengampuni dosa dan menyelamatkan manusia. Mereka banyak menerima kebaikan dari Tuhan Yesus dan paling banyak melihat mujizat yang diadakan oleh Yesus, namun justru mereka yang tidak mau percaya. “Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya.”(Mat 11:20).
Pertanyaannya, mengapa mereka gagal menangkap pesan Yesus, sehingga mereka tidak percaya? Ketidakpercayaan muncul dari dalam diri manusia yang meletakkan dasar hidupnya bukan pada Allah tetapi pada sesuatu yang lain, yang mereka percaya bisa menjamin keselamatan mereka. Namun persoalannya apakah apa yang mereka yakini tersebut benar-benar menghadirkan damai di hati, sesuai dengan yang mereka pikirkan? Untuk bisa melihat kebenarannya maka seseorang perlu bertanya: apakah hatinya lebih tenang? apakah kepekaan dan relasinya orang-orang sekitarnya semakin baik? dan apakah lebih sabar atau bisa menerima kekurangan-kekurangan yang ada? dll. Sebab apa yang menurut manusia baik, belum tentu baik dimata Allah. “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”(Yoh 14:27).
Dengan demikian, ketidakpercayaan kepada Allah bersumber pada pemikiran dan keyaninan mereka pada hal-hal lain diluar Allah, yang lebih menarik dan menyenangkan, namun yang menyikirkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kebaikan. Oleh karena itu, tidak akan ada penolakan lagi terhadap Tuhan, jika seseorang telah bertobat dan kembali mengenali siapa dirinya di hadapan-Nya. “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”(Mat 11:21).
Didik, CM