BELAJAR BERIMAN

BELAJAR BERIMAN

Senin, 12 September 2022



Lukas 7:1-10

Yesus mendorong para murid-Nya untuk belajar beriman dari seorang perwira Romawi yang walaupun ia memiliki jabatan dan kekayaan yang banyak, namun ia memiliki sikap yang rendah hati: ia merasa tidak layak bertemu Yesus dan percaya Sabda-Nya yang mampu menyembuhkan salah seorangan bawahannya yang sedang sakit.  “…Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”(Luk 7:6-7).

Dengan demikian Yesus mengajak para pengikut-Nya untuk tidak terlena dengan barang milik, jabatan dan kemegahan dunia, sebab semuanya tidak akan berarti jika tidak memiliki sikap rendah hati. Sebab, dengan sikap kerendahan hati maka mereka tidak akan kehilangan kesadarannya bahwa mereka adalah pribadi-pribadi yang rapuh dan hanya Allah yang bisa membuatnya kuat kembali untuk setia di dalam kebaikan dan setia untuk memikul salib kehidupan dengan pengharapan karena iman pada Yesus Kristus yang setia menemani mereka. “….Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Mat 28:20).

Oleh karena itu, seseorang tidak cukup hidup sukses, namun perlu juga berjuang untuk hidup baik, dimana kebaikan tersebut terpancar dari dalam dirinya yang akan muncul dalam sikapnya yang rendah hati, suka-cita di hati,  suka menolong dan peduli kepada sesama dan lingkungan, serta mengusahakan selalu kedamaian. “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”(Galatia 6:2). Jika semua itu terjadi maka hal itu menjadi tanda bahwa Kerajaan Allah telah hadir dan hidup mereka menjadi sarana keselamatan Allah bagi dunia. “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.”(Roma 14:17).

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »