MENERIMA KEMURAHAN TUHAN

MENERIMA KEMURAHAN TUHAN

Selasa, 13 September 2022



Lukas 7:11-17

Pada suatu ketika, Yesus menghidupkan kembali seorang anak laki-laki tunggal yang telah meninggal dunia, anak dari seorang janda di Nain. Apa yang telah dilakukan Yesus tersebut menjadi tanda dan bukti bahwa Allah Bapa hadir dan menyelamatkan umat-Nya melalui Yesus Kristus putera-Nya. “Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.”( Luk 7:16-17).

Dengan demikian, Allah yang hadir di dalam diri Kristus telah datang melawati umat-Nya, dan mengundang semua orang untuk mengikuti-Nya agar mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Allah tahu bagaimana beratnya pergulatan dan penderitaan masing-masing orang, dan karena itu Dia hadir untuk menguatkan, menemani, dan menyelamatkan mereka, maka Dia mengundang manusia datang kepada Kristus, Putera-Nya. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Mat 11:28).

Oleh karena itu, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menerima dan mengalami belas kasihan Allah. Namun, apakah setiap orang mau dan tergerak untuk datang kepada-Nya? Inilah hal yang terpenting; jawaban masing-masing orang.  Sebab tidak jarang terjadi, bahwa sebagian orang merasa tidak ingin atau tidak berminat untuk datang kepada-Nya, karena sudah merasa punya hal-hal yang lain yang lebih menarik. Dengan demikian, Allah tetap memberikan kebebasan setiap orang untuk menentukan pilihannya. Mereka yang rindu atau siap menerima Tuhan, maka mereka yang akan menerima belas kasih dan kemurahan Tuhan. Dia juga memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan-Nya.
“Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” (Roma 9:15).

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »