YANG DIBAWA KEPADA ALLAH
Senin, 17 Oktober 2022
Lukas 12:13-21
Yesus menyampaikan pesan bahwa setiap orang yang hidup di dunia memiliki tujuan untuk sampai kehidupan kekal. Tujuan tersebut bisa dicapai ketika manusia setia dan untuk berbuat baik. “Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,”(Roma 2:6-7). Dengan demikian ketika di dunia manusia tidak cukup hanya mengejar ambisi keinginan-keinginannya dan menerima sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kekayaan, namun yang seharusnya dilakukan adalah banyak berbuat baik dengan tulus. Sebab yang akan dibawa dan dilihat Allah adalah seberapa besar pengorbanan yang telah dilakukan dan bukan berapa banyak harta bendanya. “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”(Luk 12:15).
Oleh karena itu, tantangan masing-masing orang yang ingin hidup benar dihadapan Allah adalah menyangkal dirinya dari segala bentuk ketamakan. Mengapa tidak sedikit orang, jatuh pada ketamakan? Alasannya adalah karena mereka mengira bahwa dengan menguasai segalanya maka jiwa dan hidupnya akan tenang. “Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”(Luk 12:19). Akan tetapi kenyataannya tidaklah demikian karena jiwa menghadap Tuhan tidak serta merta membawa barang-barang dunia. “Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?”(Luk 12:20).
Didik, CM