DIA YANG MEMILIH ADALAH SETIA
Selasa, 18 Oktober 2022
Lukas 10:1-9
Pada suatu saat, Yesus mengutus para murid-Nya untuk terlibat dalam mewartakan Injil Kerajaan Allah kepada semua orang yang dikunjungi. “Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.”(Luk 10:1). Mengapa Yesus mengambil inisiatif untuk melibatkan banyak murid yang secara manusiawi, mereka memiliki keterbatasan dan kelemahan. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”(Yoh 15:16). Yesus memilih mereka karena kemurahan dan belas kasih-Nya yang ingin menyatakan bahwa kekuatan Allah yang akan mampu menopang dan menguatkan orang-orang pilihan-Nya.
Dengan demikian jika Allah telah menghendaki, maka segala sesuatu menjadi mungkin. Oleh karena itu, Roh Kudus akan berkarya kepada mereka yang telah dipilih oleh Allah untuk membawa mereka pada pertobatan dan pembaharuan diri, dan akhirnya siap diutus untuk meluaskan Kerajaan Allah. “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.”(Luk 18: 27). Setelah Allah telah memilih para murid-Nya, maka yang selanjutnya bagaimana masing-masing orang memelihara dengan setia anugerah luhur tersebut. Kesetiaan tersebut dinyatakan dengan berjuang untuk menghayati panggilannya dengan hidup baik seturut kehendak-Nya.
Oleh karena itu, Rahmat panggilan sebagai pengikut Kristus tidak berhenti dan selesai pada jawaban pertama pada saat Allah memanggil, namun jawaban tersebut harus diperbaharui setiap hari sebagai tanda bahwa mereka setia mengikuti Kristus dalam situasi apa pun, sebab Dia yang telah memilih mereka adalah setia. “Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”(Ibrani 10:23)
Didik, CM