BERSYUKUR DARI HAL-HAL KECIL
Sabtu, 5 November 2022
Lukas 16:9-15
Yesus mengajak para murid-Nya untuk belajar setia dari hal-hal yang kecil, sebab jika seseorang bisa setia dari hal-hal kecil maka ia akan bisa menghargai setiap tahapan dalam proses menjadi pribadi yang semakin dewasa dan akhirnya mereka juga akan siap dipercaya dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar. “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”(Luk 16:10).
Mengapa seseorang perlu belajar setia dari hal-hal kecil? Selain agar seseorang bisa mengahargai hal-hal kecil juga agar dari proses yang terjadi mereka belajar untuk bertekun, belajar memaknai setiap peristiwa hidup yang tidak semua kejadian sesuai atau sama dengan yang mereka pikirkan, dan kemudian tumbuh keutamaan kesabaran yang membuat mereka bisa melewati perjalanan hidup dengan segala dinamika yang muncul. “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.”(Efesus 4:2).
Dengan demikian, sebagai murid Kristus, setiap orang tidak memakai jalan pintas atau instan untuk sampai pada kedewasaan iman yang matang dan akhirmya bisa berbuah dalam karya-karya cinta kasih. Namun, semua itu bisa dicapai dengan menghayati iman dalam ketekunan dan setia dalam peristiwa hidup sehari-hari. Demikianlah Kerajaan Allah (Kerajaan Damai), bisa tumbuh di dalam diri mereka yang mampu menghargai hal-hal kecil, artinya mampu menerima dan bersyukur dari hal-hal yang dialami dan dijumpai dalam hidup sehari-hari. “Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.”(Mrk 4:26-27).
Didik, CM