BERJALAN DALAM HARAPAN
Selasa, 31 Januari 2023
Markus 5:21-43
Pada suatu saat Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, yang karena iman mereka, maka mereka disembuhkan. Mereka yang disembuhkan Yesus adalah anak dari Yairus, kepala rumah ibadat, dan seorang perempuan yang sudah menderita karena sakit pendaharan selama dua belas tahun. “Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.”(Mrk 5:25-26). Kesembuhan mereka merupakan tanda yang nyata bahwa dengan iman/percaya kepada Yesus maka mujizat terjadi. Oleh karena itu, Yesus menyerukan kepada para pengikut-Nya untuk tidak takut dan ragu untuk percaya. “Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Mrk 5:36).
Tantangan yang bisa muncul ketika seseorang ingin percaya kepada Tuhan Yesus adalah pemikiran atau cara berpikir yang lebih mengutamakan pada pertimbangan manusiawi dan duniawi, yang ingin semuanya kelihatan jelas dan pasti. “Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” (Mrk 5:35). Oleh karena itu ketika seseorang percaya kepada Tuhan, maka yang mendorong orang tersebut adalah harapan, kuasa, dan kasih Allah yang tak terbatas, karena bagi Allah semua bisa terjadi jika Dia menginginkan-Nya, sekalipun bagi manusia hal itu tidak mungkin. “Kata Yesus: “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Luk 18:27).
Dengan demikian, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah orang yang berjalan dalam harapan, bersama Allah dan mengandalkan kekuatan-Nya. Setiap orang tentu sebagai manusia punya perasaan takut dan cemas, namun dengan percaya dan bersandar kepada belas kasih Allah, maka kecemasan tersebut bisa diatasi dengan harapan yang muncul dari imannya. “Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.”(Mzm 13:6).
Didik, CM