PENYERAHAN DIRI KEPADA TUHAN

PENYERAHAN DIRI KEPADA TUHAN

Jumat, 3 Februari 2023



Markus 6:14-29

Peristiwa terbunuhnya Yohanes pembaptis oleh Raja Herodes atas dorongan dari Herodias yang sakit hati kepada Yohanes menjadi tanda bahwa setiap orang perlu waspada dengan kebencian dan demam yang kekuatannya mampu menghancurkan, membunuh kehidupan manusia. “Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat.”(Mrk 6:19). Kekuatan yang merusak tersebut tidak hanya merusak diri sendiri tetapi orang-orang lain disekitarnya yang berhasil dilibatkan untuk melaksanakan niat jahatnya, sehingga keadaannya semakin  kompleks. “Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!” Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.”(Mrk 6:24-26).

Dengan demikian menjadi jelas bahwa buah dari kebencian dan dendam adalah kehancuran. Oleh karena itu, setiap orang yang ingin atau rindu akan kedamaian perlu meningkatkan kewaspadaan akan dorongan dari dalam diri sendiri yang merusak tersebut. “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.”(Ibrani 3:12).

Dengan demikian, dari mana dan siapakah yang menaburkan benih kebencian di dalam hati dan pikiran manusia? Yang menaburkan adalah roh jahat (yang memusuhi Tuhan). “Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.”(Mat 13:24-25). 
Target dari roh jahat adalah memisahkan orang-orang baik dari Allah, sehingga dengan terpisah dari Allah, mereka akan mudah untuk dikendalikan.

Oleh karena itu, jalan yang bisa tempuh untuk melawan pengaruh jahat di dalam diri sendiri adalah kembali dengan sikap rendah hati menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yesus, agar hati Yesus yang berbelas kasih yang tinggal di dalam diri setiap orang yang percaya. “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”(Yeh 36:26).

Didik, CM 

Comments are closed.
Translate »