Kolam Bethesda
Bacaan Yohanes 5: 1-16
Yesus menyembuhkan seorang lumpuh di kolam Bethesda
Sudah lebih dari 1 jam, saya berdiri di pinggir kolam Bethesda yang tinggal reruntuhan. Banyak orang berlalu lalang, seorang tour guide membacakan kisah penyembuhan dari Yohanes 5 pada para peziarah. Mereka semua diam, merasakan dan masuk dalam suasana tempat Yesus yang pernah membuat mukjijat di kolam ini.
Bethesda berarti rumah berahmat. Kolam tua yang dibangun sejak abad 8 sebelum Masehi, di zaman Nabi Hezekiel, dan dipakai untuk mencukupi kebutuhan air penduduk kota Yerusalem. Ketika orang Roma menguasai tempat ini di awal abad 1 Masehi, mereka memuja dewa Asclepius, dewa kesembuhan, dan memohon mukjijat penyembuhan. Bahkan mereka membangun gedung prajurit jaga, Antonia Fortress, dekat kolam Bethesda untuk menjaga keamanannya.
Kolam ini punya 5 serambi. Orang Yahudi percaya kalau para malaikan Allah membuat air kolam kadang bergelombang, dan orang sakit yang berada di pinggir kolam berebut menceburkan diri saat ada gelombang air Bethesda. Tidak semua orang sembuh. Tapi yang membuat mereka bertahan dan berharap adalah kekuatan iman bahwa suatu saat Allah akan menyembuhkan.
Diantara para peziarah ini juga tampak orang sakit. Bahkan ada yang harus memakai kursi roda. Sayang, kota tua Yerusalem tak ramah untuk kaum disable. Tak ada jalan kusus bagi orang cacat dan pemakai kursi roda. Mereka harus ditolong sepenuhnya dan berjalan bersamaan dengan peziarah umumnya.
Semoga mereka yang tidak tersembuhkan secara fisik, mengalami penyembuhan secara rohani. Dimampukan Allah menanggung segala kesulitan dan derita. Kita tahu kalau Allah memberikan penyembuhan lewat jalan yang berbeda untuk setiap orang. Di tepi kolam Bethesda ini, orang memohon untuk menerima kehendak Allah dan kuat menjalaninya.
Jerusalem, 08 Januari 2013 – renungan di pinggir kolam Bethesda
One thought on “Kolam Bethesda”
Terimakasih kiriman renungannya, GBU
Comments are closed.