Pelengkap Penderita

Pelengkap Penderita

never give up

Peringatan St Barnabas, Rasul
Bacaan I : Kis 11:21b-26; 13:1-3
Bacaan Injil : Matius 10:7-13

Siapakah orang Katolik di Jawa yang belum pernah mendengar nama Van Lith? Yesuit kelahiran Oirschot, Belanda ini termasyur sebagai perintis misi Katolik di Jawa, khususnya Jawa Tengah. Ia dikenang sebagai imam yang membaptis orang Jawa pertama di Sendangsono. Ia juga mendirikan sekolah guru di Muntilan (yang disebutnya “Bethlehem van Java”) bagi orang-orang Jawa di masa penjajahan Belanda, yang kemudian melahirkan tokoh-tokoh Gereja dan Nasional seperti Mgr. A. Soegijapranata SJ, I.J. Kasimo dan Frans Seda.

Keberpihakannya pada orang-orang setempat dan semangatnya untuk mendaratkan pewartaan iman dalam penghayatan lokal Jawa lebih dari sekedar menambah jumlah baptisan, membuat misi awalnya dianggap gagal dan bahkan hampir ditutup. Namun Tuhan berkehendak lain. Seorang laki-laki Jawa sederhana penganut kejawen yang menderita sakit misterius di kakinya, Sarikromo, suatu saat terdorong untuk pergi ke Muntilan. Ada yang mengatakan itu buah-buah wangsit dari laku tapanya, ada juga sumber yang menyatakan dia sudah mendengar tentang seorang Pastor dan dokter Belanda yang bisa mengobati luka-luka.

Apapun alasan yang sebenarnya, akhirnya dia tiba di pastoran Muntilan dan diterima oleh Bruder Kersten, yang merawat luka-lukanya dengan lembut dan sabar, dan dipesan untuk datang setiap Minggu untuk perawatan lanjut. Apa yang terjadi selanjutnya adalah sebuah sejarah besar. Sarikromo yang begitu terkesan dengan kebaikan Bruder Kersten dan tertarik akan pengajaran Van Lith, akhirnya dengan tekun menjalani katekese. Setelah dibaptis bersama 3 orang lain pada perayaan Pentakosta 1904, 110 tahun yang lalu, Barnabas Sarikromo menjadi penggerak bergabungnya 173 orang yang lain untuk menerima pembaptisan di Sendangsono, di lereng bukit Menoreh. Misi di Jawa pun tidak jadi ditutup, dan berkembang pesat dengan munculnya katekis-katekis lokal yang tangguh.

Kisah ini seakan menjadi pengulangan dari sejarah awal Kristianitas. Seorang Lewi bernama Yosef yang dijuluki “Barnabas” alias ‘son of encouragement” (Kis 4:36) adalah seorang yang baik, penuh Roh Kudus dan iman (Kis 11:24). Dia “membalut luka-luka” Paulus yang diajar dan ditemaninya untuk menjadi pewarta Injil yang ulung, dikenalkan pada para rasul di Yerusalem dan ditunjukkan jalan untuk menjadi pewarta di kalangan bangsa-bangsa non Yahudi. Ia juga mendamaikan Paulus dengan Markus yang sempat meninggalkan perjalanan misi yang membuat Paulus sakit hati sekali. Ia sungguh menjadi teman yang mendorong maju, teman yang mengobarkan semangat, teman yang selalu optimis dan percaya pada “a second chance”.

Barnabas, seperti juga Bruder Kersten, bekerja “di balik layar”. Nama Paulus mungkin tidak akan muncul besar tanpa jasanya sebagaimana van Lith mungkin tidak akan dikenang sebagai misionaris yang berhasil di Jawa, tanpa adanya Bruder Kersten. Mereka adalah contoh orang-orang “pelengkap penderita” yang dalam menyusun kalimat-kalimat sejarah tidak selalu muncul di permukaan dan mendapat pengakuan. Hari ini, mari kita kenangkan banyak orang yang seperti Barnabas dan Bruder Kersten hadir dalam hidup kita. Kita doakan para “pemain pembantu” dan “pemain tambahan” yang melayani dengan sederhana dan setia, di rumah, di komunitas, di tempat kerja, dan di mana saja mereka kita jumpai.

Comments are closed.
Translate »