Tamak

Tamak


Bacaan : 1 Raja-Raja 21:1-16

Suatu kali raja Ahab menemui pemilik kebun anggur di samping istana, katanya, “Bolehkan aku beli kebun anggurmu? akan kubayar dengan harga pantas. Aku ingin meluaskan istanaku!” “Maaf Tuan, aku tak menjual tanah ini karena inilah satu-satunya milik leluhur yang harus aku jaga!” Pulanglah Raja dengan hati marah karena keinginannya tak tergapai.

Sang Istri, Jezebel, melihat raut muka raja yang sedih dan marah, dan ia mencari tahu apa penyebabnya. Berceritalah Ahab pada istrinya. Lalu sang istri berkata, “serahkanlah semua padaku, dan kebun anggur Naboth akan menjadi milikmu!”

Jezebel membayar beberapa orang untuk bersaksi dusta di tengah pengadilan rakyat kalau Naboth tak memenuhi hukum taurat. Akibatnya, Nabot mati dilempari batu sampai mati, dan raja Ahab mengambil tanah Naboth setelah sang istri membunuh pemiliknya.

Seorang teman bercerita, “Tetangga saya, saat dia hidup biasa, dengan mudahnya membantu orang dan memberikan bantuan. Saat kekayaannya naik 4x lipat, jarang dia memberi uang dan sumbangan. Kini sesudah dia amat kaya, dia hanya mampu memberi $20 pada orang!” Kekuasaan dan uang membuat kita berubah. Jadi diri sesorang diuji sungguh saat dia memiliki kekuasaan yang tak terhingga dan uang yang berlimpah.

Apa itu tamak? Tamak adalah keinginan dalam diri seseorang untuk selalu ingin menambah kekayaan dan kuasa, prestise, serta keinginan akan jabatan, juga keinginan menumpuk makanan, meski sebenarnya ia sudah memiliki cukup.

Banyak orang menjadi tamak dan tak peduli sesama seperti Jezebel, sesudah kekayaannya menumpuk. Bahkan ia menjadi kejam dengan menyingkirkan orang lain dengan memakai harta bendanya, agar semua keinginannya terpenuhi. Tamak-kah saya?

 

Comments are closed.
Translate ยป