Tanda Panggilan Kristiani

Tanda Panggilan Kristiani

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.  Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,  Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.  Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus –  Matthew 10:1-5

Bagaimana mungkin 12 orang ini tiba-tiba mengikuti Yesus tanda menunda? Tak ada kisah yang menceritakan kalau mereka meminta waktu untuk jeda, rehat dan menimbang jawaban. Mereka langsung menjawab “Ya”, dan mengikuti Yesus segera. Kitab Suci tak menceritakan bahwa mereka pernah bertemu Yesus sebelumnya. Sekali bertemu, dipanggil dan ikut langsung. Inilah jatuh cinta pada pandangan pertama! Langsung jatuh hati, spontan, dan dasyat!

Bonhoeffer, seorang pastor Episcopal dari Jerman berkata, “Tak ada alasan lain mereka  ikut Yesus. Dia sendiri yang menjadi alasannya!” Maria Magdalena dalam “Jesus Christ Super Star” menyanyikan lagu bagaimana dia jatuh hati kepayang pada sang Guru, “I don’t know how to love him. What to do, how to move him. I’ve been changed, yes really changed. In these past few days, when I’ve seen myself, I seem like someone else.”

Inilah beberapa tanda ketika panggilan kita sejati: pertama, spontan dan bahagia. Ada perasaan gembira menjadi orang Katolik dan pengikut Kristus. Spontanitas untuk mau meluangkan waktu berdoa, merenung, dan diam bersama Tuhan. Kegembiraan itu terlihat dalam wajah yang optimis, berani menjalani hidup walau banyak tantangan, tanpa mengerutu dan menyalahkan.

Kedua, panggilan kita untuk membangun komunitas. Yesus menanggil mereka sebagai sebuah kelompok, bukan hanya sendirian. Murid Yesus yang berbeda sifat dan karakter disatukan dalam panggilan dan iman yang sama: mau belajar menghargai perbedaan, menyelesaikan konflik – tidak hanya diam dan menghindar, serta berani memperbaiki relais yang pernah rusak karena perpecahan.

Ketiga: panggilan kemuridan punya misi. Orang dipanggil menjadi murid Yesus tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi harus punya efek dan pengaruh untuk orang lain. Setiap dari kita perlu menyadari bahwa kita punya misi di dunia ini, membawa sesama makin dekat dengan Allah lewat contoh hidup dan perbuatan.

Mari kita merasakan lagi saat kita jatuh hati dalam panggilan menjadi murid Kristus, dan berkata, “I don’t know how He changes my life!”

Comments are closed.
Translate »