Maria Magdalena

Dia bernama Maria Magdalena karena berasal dari sebuah desa Magdala di pesisir danau Galilea. Dia terpikat dengan Yesus setelah disembuhkan dari cengkeraman 7 iblis yang menguasai dirinya. Karenanya, kemanapun Yesus pergi, Maria mengikutinya mulai dari Galilea sampai akhir hidup sang guru di Golgotha. Kedekatannya dengan Yesus direkam dalam sebuah lagu indah di opera “Jesus Christ Super Star” : I don’t know how to love him, I don’t know how to move him, I have been changed, yes really changed.” Hidupnya berubah total, ia membaktikan diri sepenuhnya bagi karya Yesus.
Sayangnya, ketika orang berusaha mencari tahu siapa dia sebenarnya, mereka salah menafsifkan dirinya. Dia diasosiasikan dengan seorang perempuan yang berzinah. Tafsiran ini bermula dari Ephaim dari Syria di abad ke 4 yang mengatakan bahwa Mary Magdalena adalah sang perempuan yang berzinah. Sesudah itu Paus Gregorius Agung di tahun 491 mengutip Ephraim dalam kotbahnya dan mengatakan hal yang sama. Bahkan Paus menyamakan: Maria Magdalena dengan Maria saudara Lazarus dan dengan wanita pendosa, dan perempuan yang meminyaki kaki Yesus dan mengusap dengan rambutnya dari Injil Lukas 7. Inilah awal penafsiran kalau Maria adalah seorang perempuan yang berzinah. Kini para ahli Kitab Suci menolak tafsiran itu. Tak ada data yang cukup dari Kitab Suci untuk mengatakan bahwa Maria Magdalena adalah sang perempuan yang berzinah.
Maria memang punya relasi yang mendalam dan khusus dengan Yesus. Dia adalah perempuan pertama yang ditampaki Yesus dalam kebangkitannya. Kedekatan relasi ini ditunjukkan ketika sesudah kebangkitan, Maria tak mengenali Yesus yang bangkit dan mengiranya seorang penjaga makam. Namun ketika Yesus menyebut namanya, “Maria”, ia langsung mengenal sang Guru.
Dia dikenal sebagai “rasul untuk para rasul” karena dialah yang mengabarkan kebangkitan Yesus pada 12 rasul. Dia seorang yang setia, berani, dan pengkotbah yang lantang berkata, “Aku telah melihat Tuhan, dan inilah yang telah dikatakanNya padaku.” Semoga semakin banyak perempuan mengikuti jejakku, menjadi pewarta Injil dan bekerja untuk Gereja dengan gagah berani.