Setia

Setia

Matius 14: 1-12

 

Salahsatu keutamaan Kristen adalah sikap setia. Dan tentu saja lawan dari setia adalah tidak setia, atau mungkin dapat dikatakan dalam kata yang praktis yaitu selingkuh. Kedua sikap ini ada dalam diri setiap orang. Selama seseorang masih hidup maka kedua sikap ini akan saling bertentangan dalam diri orang tersebut.

Dalam Injil yang kita dengarkan hari ini kedua sikap ini ditunjukkan oleh Yohnes Pembaptis dan Herodes. Yohanes menampilkan sikap setia. Di lain pihak Herodes menampilkan sikap tidak setia, yaitu dalam tindakannya berselingkuh dengan iparnya. Yohanes sungguh setia dalam panggilannya sebagai seorang nabi. Ia tidak takut-takut memberikan teguran kepada Herodes manakala Herodes melakukan sikap-sikap yang tidak baik, terutama sikapnya menyelingkuhi iparnya sendiri. Herodes yang mendapat teguran dari Yohanes merasa marah. Pertama-tama sebagai seorang raja ia tidak terima ditegur oleh orang biasa. Namun ia menyadari bahwa Yohanes bukanlah orang biasa sebagaimana kebanyakan orang. Ia adalah nabi yang diutus oleh Allah. Maka ia sadar bahwa memang tugas dari Yohanes adalah meluruskan sikap-sikap yang keliru dengan memberi teguran.

Namun ternyata kemarahan Herodes tidak berhenti di situ saja. Ia masih memendam kemarahannya dan ternyata kemarahannya semakin terpupuk, meskipun ia sadar bahwa ia tidak dapat melampiaskan kemarahannya kepada Yohanes karena ia takut akan banyak orang yang menganggap Yohanes sebagai nabi. Ternyata kemarahan adalah ladang subur untuk tindakan-tindakan kejahatan. Ternyata pula kemarahan yang dipadu dengan sikap tidak setia akan melahirkan persekongkolan yang namanya pembunuhan.

Lewat Injil yang ditulisnya, Matius mengajari kita bahwa hendaknya kita berlaku lurus dalam hidup kita. Jangan sampai hidup kita dikuasai oleh sikap-sikap tidak setia. Tambahan lagi, jangan sampai sikap tidak setia tersebut dipupuk dengan subur oleh sikap-sikap kita yang gampang sekali marah. Karena sebagaimana kita renungkan di atas, sikap marah yang dipadu dengan sikap tidak setia akan melahirkan apa yang namanya pembunuhan. Semoga Tuhan menolong kita sekalian untuk senantiasa setia dalam hidup kita. Amin.

One thought on “Setia

  1. Bacaan injil dan enungan ini sungguh suatu pelajaran yang sangat menarik dan sering hal itu terjadi didalam hidup kita baik sebagai suami isteri atau antara kawan dan sahabat. Saya padukan 2 renungan dari 2 romo indonesia dari website yang berbeda dgn bacaan injil yang sama yaitu mengenai Yohanes dan Herodes. Yohanes mengkritik keras Herodes dan Herodias dgn akibat ia dipenjara dan akhirnya dipenggal kepalanya. Dilain pihak Herodes dan Herodias sangat marah atas kritikan Yohanes dan benci sehingga membunuhnya. Bila dikehidupan kita sehari-hari ada saling keterbukaan antara satu dengan yang lain, isteri dan suaminya,teman dan sahabat tentunya tak akan terjadi dendam,kebencian,permusuhan bahkan perceraian. Sayangnya hal itu seringkali sangat sulit untuk dilakukan akibat kesombongan,harga diri,emosi dan sebagainya. Betulkah itu?

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate ยป