Renungan, 5 November 2013

Renungan, 5 November 2013

Roma 12: 5-15

Meskipun kita semuanya banyak, namun kita merupakan satu tubuh karena kita bersatu pada Kristus. Dan kita masing-masing berhubungan satu dengan yang lain sebagai anggota-anggota dari satu tubuh.  6 Kita masing-masing mempunyai karunia-karunia pelayanan yang berlainan. Karunia-karunia itu diberikan oleh Allah kepada kita menurut rahmat-Nya. Sebab itu kita harus memakai karunia-karunia itu. Orang yang mempunyai karunia untuk mengabarkan berita dari Allah, harus mengabarkan berita dari Allah itu menurut kemampuan yang ada padanya.  7 Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, harus sungguh-sungguh mengajar.  8 Orang yang mempunyai karunia untuk memberi semangat kepada orang lain, harus sungguh-sungguh memberi semangat kepada orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk memberikan kepada orang lain apa yang dipunyainya, harus melakukan itu dengan murah hati secara wajar. Orang yang mempunyai karunia untuk memimpin, harus sungguh-sungguh memimpin. Orang yang mempunyai karunia untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, harus melakukannya dengan senang hati.  9 Kasihilah dengan ikhlas. Bencilah yang jahat, dan berpeganglah kepada apa yang baik.  10 Hendaklah Saudara-saudara saling mengasihi satu sama lain dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga, dan hendaknya kalian saling mendahului memberi hormat.  11 Bekerjalah dengan rajin. Jangan malas. Bekerjalah untuk Tuhan dengan semangat dari Roh Allah.  12 Hendaklah Saudara berharap kepada Tuhan dengan gembira, sabarlah di dalam kesusahan, dan tekunlah berdoa.  13 Tolonglah mencukupi kebutuhan orang-orang Kristen lain dan sambutlah saudara-saudara seiman yang tidak Saudara kenal, dengan senang hati di dalam rumahmu.  14 Mintalah kepada Allah supaya Ia memberkati orang-orang yang kejam terhadapmu. Ya, minta Allah memberkati mereka, jangan mengutuk.  15 Turutlah bergembira dengan orang-orang yang bergembira, dan menangislah dengan mereka yang menangis.

Paulus menulis surat dengan indah dan mengisahkan bagaimana tiap orang mendapat karunia untuk membangun komunitas. Dia meyakinkan jemaat bahwa setiap orang mampu menyumbangkan hal baik untuk hidu bersama. Ada beberapa karunia yang diberikan Allah: karunia untuk bernubuat, pelayanan, menjadi pewarta, penolong orang lain, mengajar, memimpin, menunjukkan belas kasih, dan memotivasi orang lain.

Semua karunia itu menjadi berbuah ketika dipakai sebagaimana mestinya. “orang yang bisa menolong, harus menolong sungguh-sungguh!” “orang yang bisa memimpin, harus memimpin dengan sungguh.” Dan “orang yang bisa memberi, harus memberi dengan murah hati.”

Kesungguhan hati dalam membagi karunia menjadi kunci bagaimana jemaat bisa dibangun. Selain itu dia juga memberi nasehat hal-hal praktis bagaimana seseorang bisa membangun imannya: bekerjalah dengan sungguh! Sabar dalam kesusahan, tekun dalam berdoa, dan bergembira bersama mereka yang gembira, serta bersedih bersama mereka yang bersedih.

Semoga nasehat praktis Paulus bisa kita terapkan dalam hidup hari ini: berbuatlah baik dengan tulus hati, bagilah karunia yang kita punyai, dan bisa ikut prihatin dengan orang yang menderita!

 

Comments are closed.
Translate »