Jangan takut menjadi pengurus Gereja!
Bacaan Titus 2:1-12
Inilah karakter yang harus dimiliki dan ditumbuhkan dalam diri seorang pemuka jemaat, orang tua, serta pengikut Kristus yang digariskan oleh Paulus:
Para orang tua: hidup sederhana, bijaksana, sehat dalam iman-kasih-ketekunan, jangan memfitnah, mengajarkan hal baik pada orang muda. Pasangan suami-istri: hidup saling mengasihi, rajin mengatur rumah tangga, baik hati dan saling taat. Orang muda: mampu menguasai diri, menjadi teladan bagi sesama, tidak bercela, tidak curang, tulus dan setia.
Betapa sulitnya kita mencari penggati ketua atau pengurus gereja! Banyak orang berkata, “saya mau membantu dibelakagn layar saja!” atau “saya tak perlu ditulis di organisasi, cukuplah membantu langsung.” Dan masih banyak kata-kata baik lain untuk meloloskan diri dari tanggungjawab menjadi pengurus lingkungan atau organisasi Gereja. Mengapa hal ini terjadi?
Bisa jadi karena orang merasa tak punya mengalaman dalam organisasi sehingga ia merasa ragu dan tak mau melakukan. Alasan lain karena melihat bahwa ketua dan pengurus Gereja menjadi sasaran kritik dan omongan orang lain. “Sudah tidak digaji, masih dikritik dan digosipkan orang lain pula.” Ada pula yang menolak karena melihat persoalan hidup jemaat yang besar, dan tidak berani ikut bertanggungjawab langsung untuk menyelesaikan.
Saat menjadi pengurus Gereja, kita perlu sadar bahwa organisasi Gereja bukanlan murni organisasi perusahaan/corporasi. Gereja adalah kumpulan orang yang percaya dan beriman pada Allah lewat Yesus Kristus. Ada sisi rahmat dan karunia yang diberikan pada tiap orang yang bekerja dalam Gereja.
Saat menulis suratnya, Paulus mungkin sadar kalau sulit menemukan karakter pemimpin yang sempurna. Di bagian akhir surat dia menulis, kasih karunia Allah itu menyelamatkan semua orang. Dia membantu kita sedikit demi sedikit meninggalkan kebiasaan buruk duniawi.
Semoga kita yang bekerja dalam organisasi Gerja diyakinkan bahwa meski karakter kita jauh dari sempurna, kita punya niat baik untuk memperbaiki diri guna melayani Tuhan dan sesama. Jangan takut untuk bekerja dan jadi pengurus Gereja karena rahmat Allah cukup dicurahkan bagi kita. “Cukuplah rahmatku bagimu” sabda Yesus.

2 thoughts on “Jangan takut menjadi pengurus Gereja!”
Terima kasih Romo atas renungan ini. Saya jadi lebih semangat 🙂
Ayo Liony tetap semangattt! Jadi tetap berkarya di St. Justin ya..Keep your spirit for serving others.
Comments are closed.