Talenta
Talenta (Mat. 25:14-30)
Orang kristen di jaman sekarang menghadapi pergulatan dengan hidup kerohanian. Banyak orang baik, pribadi-pribadi yang yang jujur bergulat setiap hari dengan iman dan gereja mereka. Banyak hal memicu keadaan ini: pluralism yang kaya akan banyak hal namun miskin di dalam penjelasan mengenai banyak hal; kebudayaan individualism yang membuat keluarga-keluarga dan hidup menggereja mengalami banyak kesulitan dalam banyak hal; efisiensi dan kerja mengakbatkan banyak orang harus berkerja terlalu lama sehingga pada akhir hari orang sudah tidak memiliki energi untuk melalukan sesuatu yang lain.
Kita menjadi korban kebudayaan yang mengidolakan kekuasaan, uang, dan sex sebagai dewa-dewa yang harus dikejar. Hal ini bisa mengakibatkan kita sebagai orang Kristen bisa kehilangan arah panggilan hidup kita. Injil Minggu ini mengingatkan kita akan Allah Bapa sumber segala kebaikan yang memberikan kita apa saja yang kita butuhkan untuk hidup, bergulat, dan memilih Kerajaan Allah. Allah Bapa memberikan kita talenta yakni iman sebagai pegangan hidup. Dengan talenta iman itu kita percaya bahwa Allah Bapa mencintai kita dengan mengampuni dosa kita dan menyediakan tempat kediaman abadi di dalam kerajaanNya. Talenta iman itu membuat kita tidak mudah menyerah dalam pergulatan hidup. Demikian juga talenta iman itu membuat kita menyerahkan diri pada kehendak Tuhan.
Talenta iman inilah yang perlu untuk dikembangkan melalui hidup keseharian kita. Dengan talenta iman itu kita dipanggil untuk menjadi agen-agen perubahan kerohanian dalam hidup kita sendiri, keluarga, gereja dan masyarakat. Kerohanian adalah unsur yang sangat penting dalam hidup kita. Apa yang membentuk tindakan kita adalah kerohanian kita. Para kudus adalah contoh yang paling jelas dalam hal ini. Ibu Teresa dari Kalkuta sebagai contoh, bagaimana ia mengembangkan talenta imannya melalui kerohanian yang mengalirkan kehidupan bagi orang lain. Adalah hal yang tidak mudah memang untuk menjadi seorang kudus yang memiliki satu keinginan: mengembangkan talenta iman dalam kehidupan sehari-hari.
Kebanyakan dari kita memiliki banyak keinginan. Kita ingin mengabdi pada Tuhan melalui pelayanan kepada orang miskin dan memiliki gaya hidup sederhana, namun kita juga ingin hidup dalam kenyamanan kekayaan; kita ingin berdoa, tetapi kita juga ingin menonton televisi, membaca, berbincang-bincang dengan teman, dan jalan-jalan keluar rumah. Inilah pergulatan yang kita alami sehingga keingan untuk memilih satu nyang penting yakni mengembangkan talenta iman dalam hidup sehari-hari sungguh merupakan tantangan yang tidak mudah.
Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa memilih yang terbaik, karena memilih untuk mengembangkan hidup kerohanian kita adalah satu-satunya yang akan membuat kita memiliki kebahagiaan sejati.