Siapakah Si Antikristus?
1 Yoh 2:18-21
Mazmur 96
Yoh 1:1-18
Kata “antikristus” hanya ditemukan dalam Surat Yohanes, walaupun konsep yang sama dengan kata berbeda dapat kita jumpai juga di Surat Paulus atau Wahyu. Kalau mendengar kata ini, mungkin langsung terbayang suatu makhluk yang seram, mungkin seperti setan yang bertanduk, atau orang yang jahat sekali sampai berani terang-terangan menolak Kristus. Pada masa awal lahirnya Protestanisme, mereka menyebut Paus sebagai antikristus. Zaman sekarang mungkin ada yang berpendapat FPI atau ISIS adalah antikristus. Beberapa kelompok Kristen fundamentalis di Amerika malah ada yang mencap Presiden Obama sebagai antikristus karena kebijakan-kebijakannya yang dianggap menyerang nilai Kristiani. Begitu mudahnya kalau kita menunjuk orang lain sebagai antikristus. Tapi mungkinkah kita sendiri pun bisa menjadi seorang antikristus?
Surat Yohanes hari ini mengatakan bahwa si antikristus berasal dari tengah-tengah kita, tapi mereka kemudian berbalik menyangkal Kristus. Kalau kita pikir lebih dalam, oran Kristen macam apa yang akan menyangkal Yesus? Tapi Santo Agustinus dalam homilinya tentang bacaan ini mengingatkan kita bahwa mmenyangkal tidak hanya dengan lidah saja tetapi seringkali lewat perbuatan. Yesus pun berkata bahwa bukan orang yanng berteriak, “Tuhan, Tuhan,” yang akan masuk keraajaan surga tetapi dia yang melakukan kehendak Bapa.
Bisakah kita mengenal si antikristus itu sekarang? Apakah dia kita sendiri?
Di penghujung tahun 2014 ini baiklah kita kilas balik, di manakah saat-saat kita berlaku sepeeti antikristus? Di mana kita menolak kasih Allah dan menolak mengasihi sesama? Semoga dengan kesadaran dan belajar dari pengalaman itu di tahun yang mendatang kita dapat lebih menjadi orang yang hidupnya ada dalam Kristus. Semoga kita menjadi hanya sekecil mungkin antikristus dan sebesar mungkin hidup dalam Kristus, selalu mengenakan Tuhan Yesus Kristus (Rom 13:14) sehingga bukan lagi kita sendiri yang hidup tapi Kristus yang hidup dalam kita (Gal 2:20).
Selamat menyambut tahun baru 2015, semoga kita semua selalu dibimbing berkat Allah dalam menjalani kehidupan kita mengikuti Yesus.