Membangun relasi denganNya
7 January, 2015
1 Yohanes 4:11-18
Markus 6:45-52
Percaya kepada Yesus, berarti secara pribadi kita membangun relasi denganNya, dan dijamin bahwa kita akan mampu menghadapi setiap tantangan/kesultan dalam kehidupan ini.
Saudara-saudari terkasih,
Statement diatas pernah ditegaskan oleh Yesus sendiri dalam pernyataannya: “Take courage, it is I, do not be afraid,” (“Tenanglah! Aku ini, jangan takut,” Markus 6:50). Tidak berarti bahwa kita tidak memiliki rasa percaya diri menghadapi setiap tantangan dan persoalan kehidupan ini. Sangat boleh jadi kesannya demikian, tetapi pada hakekatnya Yesus sendirilah yang memberikan peneguhan dan keyakinan serta kekuatan itu. Sering kali kita berusaha untuk memiliki rasa percaya diri yang kuat dan bahkan mau meningkatkan rasa percaya diri itu agar bisa memiliki kemampuan untuk mengatasi dan mengontrol keadaan atau menyerah kepada keadaan. Tetapi tidak demikian dengan Yesus, Ia menegaskan kita dengan caranya sendiri.
Pada bagian terakhir dari bacaan Inji hari ini, Santu Markus memberi suatu catatan yang membuat semua orang penasaran ketika Yesus berjalan diatas air yang membuat semua murid keheranan. Ia mengatakan: bahwa mereka belum juga mengerti sesudah peristiwa perbanyakan roti itu, hati mereka tetap degil. Pada bagian terakhir ini juga kita akan bisa lebih mengerti apa yang dimaksudkan dengan “Iman”. Di lubuk hati yang paling dalam para murid itu menyimpan pengalaman akan peristiwa perbanyakan lima roti dan dua ikan, tetapi mereka tidak bisa mengerti atau memahaminya. Oleh karena itu ketika mereka menyaksikan lagi peristiwa yang satu ini, mereka menjadi sangat takut.
Lalu apa tanggapan Yesus atas ketidak percayaan para muridNya itu? Dengan tegas Yesus mengatakan: “Jangan takut!” Mengapa Yesus mengatakan “Jangan takut?” Karena Yesus mau menegaskan bahwa “Inilah Aku!” Statement yang Yesus berikan “Ini Aku” menjadi suatu penegasan atas KeilahianNya yang membuat kita tidak perlu ragu-ragu lagi akan kebenaran itu.
Selanjutnya saudara-saudari terkasih,
Dalam bacaan pertama, rasul Yohanes membantu kita untuk lebih mendalami mystery ini. Ia mengatakan: “Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus AnakNya menjadi Juruselamat dunia.” Inilah iman kita, bahwa kita boleh menjadi saksi akan kasih Allah kepada kita, kasih Allah kepada dunia. Pada bagian terakhir dari bacaan pertama hari inipun dengan sangat jelas dikatakan bahwa “kasih Allah begitu sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian, percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;” (Yohanes 4:17-18)
Kasih Allah yang telah dicurahkan kepada kita dan itu hanya dapat kita peroleh kalau kita benar-benar percaya kepadaNya, yang disatu pihak merupakan suatu rahmat/berkat tetapi sekaligus merupakan tantangan bagi kita pada pihak yang lain. Karena tantangan dunia ini tak pernah akan lenyap dari hadapan kita. Melainkan, dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup ini, kita harus tetap berpegang teguh kepada Tuhan, dan selalu mau tinggal bersama Tuhan, dalam Tuhan dan dengan Tuhan. Seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes dalam bacaan tadi bahwa, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;” Amin.
One thought on “Membangun relasi denganNya”
Hi Romo,
Pada kesempatan ini, saya ingin mengemukakan bahwa Romo punya renungan harian sangat bagus dan mudah diserap atau mengerti penjelasannya.
Proficiate Romo!
Comments are closed.