Do you see what I see?

Do you see what I see?

HARI KAMIS, MASA NATAL
8 January, 2015
 
1 Yohanes 4:19-5:4
Lukas 4:14-22
Para murid Yesus menginginkan agar semua orang bisa mengenal Yesus seperti yang mereka pernah alami hidup bersama Yesus.
    Melihat judul diatas, saya juga mau mengajak saudara-saudari sekalian untuk buka Youtube “Do you see what I see? Do you hear what I hear? Do you know what I know? Listen to what I say.” (Christmas Carol, yang ditulis pada tahun 1962 dan dipopulerkan oleh BingCrosby dan sejumlah artist lainnya. Saya yakin seratus persen bahwa saudara-saudariku sudah puluhan bahkan ratusan kali mendengar lagu ini. Kata-kata lagu ini mengingatkan saya akan bacaan injil hari ini. Suatu peristiwa yang mengejutkan bahwa “Yesus ditolak di Nazaret”, ketika Ia kembali ke Galilea. Ketika Ia masuk ke rumah ibadat/synagogue di Nazareth, tempat Ia dibesarkan, dan ketika mereka melihat, mendengarkan pengajaranNya, membuat orang Nazareth penasaran dan bertanya-tanya tentang siapakah Dia?
    Bagi orang Yahudi yang baik dan saleh, salah satu impian mereka yang sangat mendasar bahwa Allah akan mengutus Messias, Sang Juru Selamat ke dalam dunia. Nabi Yesaya, yang kutipannya Yesus baca pada kesempatan itu dengan tegas mengatakan kepada umat Alah bahwa Allah telah mengutus Messias, Sang Juruselamat itu. Hal itu dapat kita lihat pada kutipan ini: “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” (Lukas 4:18-19) Impian dan harapan ini berdasarkan pada janji Allah kepada Daud bahwa apa yang telah dinubuatkan oleh para nabi, tentang kerajaanNya tak akan berakhir. Lagi pula, para nabipun telah bernubuat bahwa hal ini akan segera terpenuhi.
Jadi saudara-saudari sekalian,
    Ketika Yesus membacakan kitab nabi Yesaya itu, ia telah memproklamirkan pemenuhan kata-kata yang telah mereka dengar. Tanda kekaguman yang dirasakan oleh orang banyak di dalam synagogue itu ketika mereka melihat Yesus, mendengar kata-kata hikmahnya yang penuh kuasa bahwa dari seorang pengajar muda, anak seorang tukang kayu, sungguh-sungguh seorang yang telah lama mereka nantikan, dialah Messiah. Betapa bahagianya mereka yang hadir pada hari itu; Kalau mereka bisa menyadari benar-benar bahwa yang berbicara kepada mereka pada hari itu adalah Yesus, Anak Allah, Messiah, Sang Juruselamat; Kitapun sudah bisa membayangkan betapa mereka dengan penuh kekaguman pada saat itu saling meyakinkan satu sama lain dengan mengatakan: “Do you hear what I hear? Do you see what I see? Could ths really be the messiah?”
Saudara-saudariku terkasih,

Pada zaman modern ini pengalaman orang-orang Nazareth diatas dapat  membangkitkan enthusiasme kita juga kalau kita pernah mendapat kesempatan melihat, mengalami, mendengar dan merasakan kehadiran Yesus dalam diri kita, melalui setiap derap langkah kehidupan ini yang membuat kita sadar akan kehadiranNya, cintaNya, pegangan tanganNya, rangkulanNya, bisikan suaraNya di telinga kita, yang begitu dahsyat, lembut dan yang membuat kita tidak tahan dan harus sharing/bagikan kepada orang lain, atau wartakan kepada orang lain…di keluarga kita, di komunitas kita, di tempat pekerjaan kita tentang pengalaman iman ini. “Do you hear what I hear? Do you see what I see? Do you know what I know? Listen to what I say.” Amin.

Comments are closed.
Translate »