Misi ke-12 Rasul

Misi ke-12 Rasul

stdas0410

Mark 6:7-13

Setelah kisah penolakan dan respons Yesus bahwa tiada nabi dihormati di tempat asal, di antara anggota keluarga, dan di dalam rumahnya sendiri, Penginjil Markus hari ini berkisah tentang persiapan dan perutusan ke-12 Rasul Yesus Kristus.

Bagaimana Yesus mempersiapkan dan mengutus mereka?

Pertama-tama Yesus memilih mereka untuk mengikuti Dia, mendidik dan membentuk kepribadian keduabelasan melalui pengajaran dan kuasa Ilahi-Nya. Dengan persiapan seperti ini Yesus lalu menetapkan mereka untuk menjadi pernjala manusia.

Kedua, Yesus lalu menurunkan otoritas yang dimiliki-Nya atas mereka agar para murid itu juga mampu mengajarkan kebenaran Injil dan mengusir kekuatan-kekuatan jahat seperti yang Yesus sendiri lakukan. Formasi kemuridan dan perutusan ini sesungguhnya merupakan pelaksanaan dan perluasan kuasa Allah sendiri di bawah bimbingan Roh Kudus yang bekerja dalam diri para rasul.

Ketiga, Yesus mengutus mereka berdua-dua agar bisa berkomunikasi, saling menjaga, mengingatkan dan melindungi. Go forth, pergilah, Aku mengutus kamu (Luk 10:3). Artinya Yesus adalah pengutus para rasul untuk menyebarkan jala, kabar baik kepada orang-orang dan kampung-kampung yang mereka kunjungi. Yesus sendiri menyertai para murid dalam Roh Kudus. Yesus sendiri diutus oleh Bapa ke dalam dunia. Para rasul berpartisipasi dalam misi agung ini membangun kerajaan Allah.

Keempat, Yesus mengijinkan mereka pergi ke medan misi tanpa membawa apa-apa seperti makanan, tas, dan uang. Yesus mau mengingatkan mereka bahwa tanpa uang Tuhan menyelamatkan (Yes 52:3). Hanya tongkat di tangan dan sandal pada kaki mereka akan dikenal sebagai murid-murid Tuhan yang datang membawa kabar gembira.* Untuk melaksanakan semuanya ini mereka bersandar hanya pada kuasa Allah.

Kelima, Yesus menginstruksikan mereka untuk tinggal sebagai tamu di satu rumah daripada berpindah-pindah rumah untuk mencegah skandal dan cari untung bagi diri sendiri.

Keenam, kebas debu dari kaki sebagai peringatan keras terhadap mereka yang menolak tawaran keselamatan Allah yang sedang diwartakan para rasul.

Ketujuh, di medan misi, para rasul sukses melaksanakan perutusan pelayanan Kristus dengan mengusir setan-setan dari dalam diri orang-orang yang mereka melayani, mengobati orang sakit dengan minyak* dan mereka disembuhkan oleh karena kuasa Ilahi.

 

 

*Yes 52:7: Alangkah indahnya langkah kaki di atas bukit-bukit dia yang sedang membawa kabar baik ….

*Dalam masyarakat kuno minyak dipakai untuk mengobati orang sakit. Dalam kisah tentang orang samaria yang melihat seorang korban jatuh dan menderita di tengah jalan karena dihabok para bandit, dia turun dari keledai, mendekatinya, membersihkan luka-lukanya dengan alkohol (anggur), mengolesi dengan minyak dan membalutnya, lalu membawa korban hampir mati itu ke rumah sakit (Lk 10:34).

Comments are closed.
Translate »