Salib keselamatan

Bil 21:4-9
John 8:21-30
Kecemasan dan kemarahan orang-orang Yahudi di padang gurun karena tiadanya makanan dan minuman membuat mereka memberontak terhadap Allah. Mereka memberontaki Moses yang tidak menjamin kehidupan mereka. Mereka komplain melawan Allah dan Moses yang sudah membawa mereka keluar dari perbudakan Mesir. Tanda penyertaan Allah melewati Laut Merah tidak diingat lagi. Bahaya kelaparan dan kematian di padang gurun membuat buta terhadap Allah, penjamin utama hidup mereka. Sebagai akibat dari pemberontakan ini Allah mengirim ular berbisa yang mematikan. Ketidaksabaran adalah tanda ketiadaan iman yang berakibat kematian. Kendati demikian Allah tetap bersabar terhadap bangsa Israel. Allah memberi mereka tanda bahwa mereka tetap di bawah lindungan dan penyertaan Allah. Atas perintah Allah Musa lalu membuat ular tembaga untuk menawan kekuatan mematikan dari pagutan ular berbisa. Dengan memandang ular tembaga orang Yahudi yang digigit ular berbisa bisa diselamatkan dan dengan tanda ini kehadiran Allah di tengah mereka bisa dimaknai dan membangkitkan lagi iman mereka terhadap Allah.
Gambaran yang sama pula berlaku bagi orang-orang farisi pada zaman Yesus. Mereka sama sekali menolak kehadiran Yesus. Tanda-tanda ilahi seperti penyembuhan orang sakit, pembangkitan orang mati yang dibawa oleh-Nya membuat mereka memberontak terhadap-Nya. Inilah dosa ketidakpercayaan yang membuat mereka buta terhadap kehadiran ilahi. Akibatnya sama seperti ketikpercayaan orang Yahudi di padang gurun Mesir,yakni kematian. Allah dalam kemurahan dan kesetiaan-Nya terhadap bangsa pilihan-Nya tetap setia mengunjungi dan menjamin eksistensi mereka. Namun dosa dan kematian selalu menghantui relasi dan kehadiran Allah dengan umat-Nya. Kekerasan hati orang-orang farisi dan kegagalan Israel yang berpuncak pada kematian Yesus di salib. Salib Yesus yang sudah dilambangkan dalam symbol ular tembaga di padang gurun kini menjadi sumber berkat rohani dan keselamatan bagi setiap orang yang percaya. Iman akan Dia yang dipaku pada palang penghinaan membuka akses kepada siapa pun yang memandangnya dengan iman untuk mengambil bagian dalam rahmat keselamatan Allah yang disediakan bagi bangsa-bangsa, tak hanya bangsa Israel saja. Ungkapan Putra Manusia adalah identifikasi diri Yesus yang menegaskan relasi pribadi-Nya yang utuh dengan Allah, yang adalah Akulah Dia, yang mengutus-Nya. Relasi pribadi ini yang menjadi sumber kesaksian-Nya di dalam dunia. Kristus yang tersalib dan kebangkitan-Nya dari mati merupakan kemenangan iman yang diprakarsai oleh Allah sendiri. Salib dan kebangkitan Kristus menghalau ketakutan akan kematian serentak membuka horizon baru dalam memandang dunia secara benar menurut pandangan mata Allah sendiri – yakni kehidupan baru oleh karena kebangkitan Kristus yang mengalahkan dosa dan maut untuk selama-lamanya. Inilah misteri iman, misteri salib yang harus selalu kita rayakan dengan sukacita dan penuh rasa syukur kepada Tuhan, sumber cinta dan keselamatan kekal.