Selasa, 19 Mei 2015
Salah satu keprihatinan dalam mempersiapkan pasangan calon pernikahan katolik adalah semakin banyaknya kawin beda agama dan beda gereja. Memang harus diakui bahwa penganut agama Katolik adalah minoritas, sehingga tidak sedikit orang Katolik yang mengalami kesulitan mencari pasangan seiman. Keprihatinan itu semakin diperparah dengan kenyataan bahwa seringkali setelah pernikahan dengan dispensasi beda agama atau gereja ternyata pihak Katolik tidak berusaha dengan gigih mempertahankan iman dan janji perkawinan untuk membaptiskan dan mendidik anak-anak mereka dalam gereja dan ajaran Katolik. Pihak Katolik memiliki toleransi yang terlalu besar kepada agama pasangannya sehingga mengorbankan penghayatan dan pewujudan iman pihak Katolik.
Petikan Injil hari ini menggugah pemikiran kita akan kebenaran Sabda Yesus, “… AnakMu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepadaNya. Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus
yang telah Engkau utus.” Dalam masa mempersiapkan kedatangan Roh Kudus ini, marilah kita mohon turunnya karunia pengertian, yang memungkinkan kita untuk mengerti kedalaman misteri iman. Karunia ini sangat penting kita miliki agar kita mengerti sungguh-sunguh apa yang sebenarnya diajarkan oleh Yesus Kristus dan misteri iman seperti apakah yang harus kita percayaai.
Tidak sedikit orang yang mengatakan “I am a spiritual person, but not a religious one” artinya seseorang yang mengaku tetap percaya pada Allah namun tidak pergi ke gereja atau seseorang yang tetap datang menghadiri Perayaan Ekaristi secara regular namun menolak beberapa ajaran iman Gereja Katolik khususnya mengenai ajaran moral. Kita sangat membutuhkan karunia pengertian yang mendalam akan misteri iman itu. Karunia pengertian itu memberikan suatu gamaran yang jelas akan tujuan akhir hidup kita sebagai orang beriman, yakni kesatuan mesra dengan Allah. Dengan karunia pengertian itu kita akan mendorong diri kita yakni pikiran, kehendak, perkataan dan perbuatan kita ke arah surga.
Marilah kita berdoa dengan pemazmur, “Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang TauratMu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.” (Mzm 119:34).