Sabtu, 23 Mei 2015

Sabtu, 23 Mei 2015

Petikan Injil hari ini sangat bagus untuk membantu kita merefleksikan Bagaimana hubungan kita dengan sesama khususnya dengan mereka yang dekat dengan kita, entah anggota keluarga, anggota sebuah kelompok doa atau pun anggota sesama umat di lingkungan. Seringkali kita terpaksa harus menghadapi perbedaan pendapat, perselisihan, konflik, irihati, dan gossip.

Yesus berkata kepada Petrus yang bertanya tentang apa yang akan terjadi dengan muris yang dikasihi Yesus.”Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” marilah kita bertanya dalam benak kita, apa yang membuat Petrus melontarkan pertanyaan itu? Mungkinkah ia merasa irihati? Ataukah Petrus merasa bahwa panggilan untuk mengikuti Yesus hanya ditujukan kepadanya saja? Mungkinkah Petrus merasa tidak percaya diri untuk mencintai Yesus dengan mengikutiNya, sehingga diam-diam Petrus menginginkan teman seperjalanan?

Jawaban Yesus sangat mengejutkan, “jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.” Barangkali Petrus mulai bertanya-tanya dalam hatinya, apa kaitannya antara “hidup sampai Ia datang kembali” dengan “ikutlah Aku”? Dari sejarah kita mengetahui bahwa Petrus mati sebagai martir pada sekitar tahun 64-67 SM di Roma sedangkan Yohanes meninggal secara alamiah pada tahun 90an.

Kiranya bukanlah masalah irihati, konflik, dan gossip yang terjadi dalam petikan Injil tadi. Melainkan suatu panggilan untuk menghidupi hidup mereka dengan cara tertentu. Para murid generasi pertama memiliki panggilan masing-masing untuk mewartakan Injil secara unik sesuai tempat di mana mereka hidup. Namun mereka memiliki satu kesatuan, saling hormat menghormati dalam mewartakan iman akan Yesus Kristus penyelamat dunia. Pernah terjadi perbedaan pendapat dan perselisihan khususnya masalah dengan Paulus dan Barnabas, nanum akhirnya semua itu bisa diselesaikan dalam pertemuan di Yerusalem. Kuasa Roh Kudus memberi mereka karunia kebijaksanaan.

Dalam hidup berkeluarga, bermasyarakat, berkumpul dalam kelompok doa, dan hidup bersama dalam jemaat selingkungan, seringkali kita terlalu memusatkan perhatian pada konflik dan perselisihan yang semakin diperparah dengan meluasnya gossip. Marilah kita berubah dengan memusatkan diri pada tugas dan panggilan kita masing-masing.

Comments are closed.
Translate »