Harta abadi

Harta abadi

polls_meaning_of_life_4602_884159_poll_xlarge

2Kor 11:18.21b-30

Mat 6:19-23

 

Pernah ada percakapan dengan seorang ibu demikian:

Ibu: Romo, saya sudah berumur 93 tahun, anak-anak sudah besar, sudah kawin semuanya dan sukses. Sekarang saya dimasukan ke care center. Ada carer yang mengurus saya.

Romo: Ada cucu-cucu?

Ibu: Oh, banyak sekali, ada cece juga (jawabnya dengan semangat).

Romo: Apakah anak-anak dan cucu-cuce datang kunjung?

Ibu: Ya, mereka selalu datang. Kadang weekend mereka bawa saya ke restaurant. Saya senang. But, what is the goal of my life, Father?

Dengan nada sedikit lebih tinggi, ia mengulangi lagi pertanyaan di atas, dan lantas mengatakan: I just want to die now. I don’t know the goal of my life!

***

Yesus dalam kotbah-Nya hari ini mengundang para murid-Nya untuk bernalar bersama-Nya tentang harta.

Harta adalah possessions, barang-barang yang kita punya yang membantu kita untuk menunaikan hidup kita selama tinggal di atas bumi ini. Seperti tanah, rumah, makanan, uang, kendaraan, pakaian, cellphone, dst. Semua ini berguna. Miskin, tidak punya apa-apa akan melarat, hidup susah, sakit, stress, dan mati. Karena itu kita harus bekerja. Tanpa kerja, orang tidak merasa tenang karena tidak ada sumber penghasilan. Karena itu, orang akan merasa frustrasi, marah, stress, jika pekerjaan diambil orang, atau gagal dalam bekerja.

Barang-barang duniawi bisa habis terpakai, bisa rusak, lalu dibuang kalau nilai gunanya habis. Yesus bilang bisa dimakan ngengat. Kendati sifatnya temporal tetapi sangat esensial.

Yesus tidak melarang orang memiliki harta duniawi. Tetapi, seperti pertanyaan di atas, Yesus ingin menyelaraskan hidup manusia menurut petunjuk, hukum Injil agar hidup mencapai kepenuhannya. Yesus berkata, “kumpulkanlah bagimu harta di sorga.”

Ada banyak harta. Ada harta fisik yang bisa diraba, dilihat, disimpan dalam waktu dan ruang. Tetapi ada harta yang tidak bisa dilihat dan diraba, harta rohani yang melampaui dunia ini. Di dalam hati, harta rohani harusnya itu bersemayam. Harta yang sesungguhnya, harusnya disimpan di dalam hati yang baik di mana sukacita dan damai selalu terpancar bagi sesama.

Jadi Yesus membawa para murid bernalar dan mendorong mereka berbuat baik demi kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama manusia.

Kita juga diundang untuk masuk ke dalam nalar Injil bersama para murid. Injil memotivasi perbuatan-perbuatan kita agar menjadi terang bagi dunia, menebarkan kabar sukacita, damai dan pengampunan bagi sesama yang membutuhkannya sehingga dengannya kita boleh berharap sampai kepada kepenuhan hidup kita, yakni hidup surgawi yang telah dibawa dan dihadirkan dalam diri Yesus, harta abadi kita yang sesungguhnya.

Comments are closed.
Translate »