Doa Tuhan

2Kor.11:1-11
Mat. 6:7-15
Yesus, dalam Injil hari ini mengatakan bahwa sebelum manusia berdoa Allah sudah mengetahui lebih dulu apa yang dibutuhkannya. Karena itu dalam berdoa, kita tidak pernah mendesak Allah, menuntut agar Allah mengikuti kehendak kita, melainkan sebaliknya membiarkan kehendak-Nyalah yang menjadi nyata dalam hidup kita.
Tentang Doa Bapa Kami, Paus Benediktus ke-16 menulis: “Allah bukanlah seorang asing yang berada nun jauh di sana. Ia memperlihatkan wajah-Nya kepada kita dalam diri Yesus.” Yesus meminta para murid agar menjadi “penyembah-penyembah yang benar,” bukan berhala, paganus, yang mengumbar-umbar kata. Sebab sesungguh kita manusia tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa (Rm 8:26). Tapi dalam Kristus Tuhan kita didekati oleh-Nya guna membantu kita berdoa. Ia memberi kita kata-kata, menyanggupkan hati dan batin kita dan memperkenalkan kepada kita bagaimana caranya dalam berdoa. (Yesus dari Nazaret, 2008: 138 dst).
Melalui pembaptisan kita sudah diperkenankan untuk memanggil-Nya Bapa yang diwahyukan oleh Putra melalui Roh Kudus. Di sini doa-doa kita selalu mengungkapkan kesatuan mistik Kristus dengan Gereja-Nya. Dan di dalam Ekaristi kita diangkat dan disatukan dengan korban Kristus di Salib yang menganugerahkan kita Tubuh dan Darah-Nya sebagai santapan rohani bagi kehidupan kita sekarang dan yang akan datang.
Marilah berdoa:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.