Renungan 27 November 2013
Luk 21:12-19
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”
Injil hari ini berbicara tentang ketekunan. Yesus mengingatkan para muridNya akan tibanya penderitaan, penganiayaan dan percerai-beraian sebagai konsekuensi dari pilihan untuk mengikuti Yesus sebagai guru, Tuhan dan penyelamat. Kamu akan dibenci karena nama-KU, tetapi barangsiapa bertahan sampai akhir akan diselamatkan (Mat 10:22). Pangilan untuk mengikuti Yesus adalah panggilan untuk memikul salib dan mengikuti Dia setiap hari. Ini sangat dimengerti karena semakin kita mengikuti Yesus, semakin kita menjadi seperti Dia. Dan semakin kita menyerupai Yesus, semakin dunia membenci kita. sebagaimana Yesus dianiaya dan menderita di tangan orang-orang Yahudi, demikian juga kita pengikutNya. Tidak ada murid yang lebih dari gurunya.
Penderitaan, pencobaan dan penganiayaan tidak dapat dihindari dalam keseharian hidup kita tetapi Barang siapa bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Penderitaan atau pencobaan seperti apa yang sedang kita alami saat ini? Penderitaan dikucilkan dari keluarga atau lingkungan karena mempraktekan iman kita? Merasa cemas ditinggalkan oleh orang-orang terdekat karena ketahuan kita Katolik? Takut memberi kesakasian akan pengalaman iman kita akan Yesus? Setiap pribadi mempunyai penderitaan dan pencobaan masing-masing dalam mengikuti Yesus. Santo Yohanes menguatkan kita barang siapa yang bertekun sampai akhir akan memperoleh hidup kekal. Berbahagialah mereka yang bertahan hingga akhir dari penderitaan dan pencobaan.
Panggilan untuk menjadi murid adalah panggilan untuk melanjutkan, meneruskan pewartaan kabar gembira; pantang mundur dan bertekun untuk menjadi saksi akan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang telah dilakukan oleh Yesus; dan menyelesaikan tugas perutusan yang dipercayakan kepada kita. Tuhan membutuhkan penerus; mereka yang mempunyai komitment dan mau berjalan – kendati kesulitan atau tantangan – sampai akhir. Tuhan membutuhkan kita untuk menjadi saksi. Berani dan siapkah kita untuk menerima panggilan ini?