Kasih Ibu

Kasih Ibu

Bilangan 13:1-2, 25-14:1, 26-29, 34-25
Mazmur 106
Matius 15:21-28

Ada sebuah detail menarik dari dua bacaan hari ini. Dalam Kitab Bilangan, Kaleb berupaya meyakinkan bangsa Israel untuk menyerang Kanaan saat itu juga, tetapi mereka merasa takut dan tidak percaya diri sehingga dihukum Allah sampai harus menunggu 40 tahun sebelum masuk Tanah Terjanji. Nama Kaleb mempunyai akar kata yang sama dengan “anjing”. Jadi seperti pepatah, “Anjing menggonggong, kafilah berlalu,” kata-katanya tidak diindahkan orang-orang sebangsanya. Dalam Injil Matius, sang perempuan Kanaan pun diumpamakan Yesus seperti “anjing” yang tidak pantas menyantap makanan yang diberikan kepada anak-anak. Memang orang-orang Yahudi masa itu sering menyebut orang bukan Yahudi dengan istilah “anjing”. Bedanya dengan Kaleb, sang perempuan Kanaan tidak menyerah dan terus mendesak Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Tidak hanya kasih seorang ibu yang memberinya semangat luar biasa, tapi juga imannya bahwa Yesus bisa menyembuhkan.

Naluri kasih ibu yang memberi seseorang energi yang luar biasa untuk berjuang dan mengusahakan sesuatu pantas menjadi teladan bagi kita, baik laki-laki maupun perempuan. Jika kita benar-benar percaya akan suatu hal dengan seluruh hati kita, dan percaya bahwa Tuhan akan membantu usaha kita, maka tidak akan ada rasa takut yang mampu menghentikan kita. Beberapa contoh di bawah mungkin bisa menambah inspirasi untuk kita semua.

Demo Damas de Blanco, Cuba
Demo Damas de Blanco, Cuba

Damas de Blanco adalah perkumpulan ibu-ibu dari para tahanan politik di Kuba. Mereka berdemo setiap hari minggu setelah misa untuk menuntut pembebasan anak-anak mereka.
Sebagian dari para ibu ini pun pernah merasakan dipenjara karena demo ini. Terakhir kali pada bulan Februari tahun 2015, 53 orang anggotanya ditangkap saat berdemo sesudah misa.

Madres de Plaza de Mayo, Argentina
Madres de Plaza de Mayo, Argentina
Madres de Plaza de Mayo adalah para ibu yang berdemonstrasi menuntut pencarian fakta akan anak-anak mereka yang hilang di masa pemerintahan diktator di Argentina tahun 1976-1983.

Suster Thea Bowman, di masa akhir hidupnya melawan kanker, memberi ceramah pada para uskup di Amerika Serikat. Ia menantang para uskup untuk memberi kesempatan pada umat Katolik berkulit hitam untuk menghidupi iman mereka dengan cara mereka yang unik. Pada akhir ceramah, dia mampu membuat semua uskup berdiri, bergandeng tangan, dan bernyanyi.

Baru baru ini di Sulawesi Barat, sekelompok ibu-ibu menggelar sepak bola dengan menggunakan tabung gas sebagai bentuk protes akan mahalnya harga gas yang merupakan bahan utama untuk rumah tangga mereka. http://regional.kompas.com/read/2015/07/31/10132401/Ibu-ibu.Gelar.Sepak.Bola.Tabung.Gas.Anggota.TNI.Tiba-tiba.Mengamuk

Comments are closed.
Translate ยป