Berubah Rupa

Berubah Rupa

Hari Raya Transfigurasi Yesus

Ulangan 7:9-10, 13-14
Mazmur 97
2 Petrus 1:16-19
Markus 9:2-10

Hari ini kita merayakan Transfigurasi, peristiwa di mana Yesus berubah rupa menjadi begitu bercahaya dan penuh kemuliaan di hadapan para muridnya. Tapi pada tanggal ini juga, tepat 70 tahun yang lalu, bom nuklir pertama dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Hiroshima, Jepang. Tiga hari kemudian Nagasaki mengalami nasib yang sama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, bom atom yang berkekuatan begitu besarnya dipakai dalam perang. Akibatnya sangat luas. Dengan bom itu, Perang Dunia II berakhir dengan menyerahnya Jepang. Bagi kita orang Indonesia, saat itu digunakan untuk memproklamirkan kemerdekaan negara kita. Tapi bagi bangsa Jepang, puluhan ribu orang mati seketika atau menjadi cacat seumur hidupnya. Efek radiasi pun mempengaruhi lingkungan hidup dan generasi selanjutnya.

Dengan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki itu, seluruh dunia berubah rupa, mengalami transfigurasi. Mungkin pertama kali memang perang kepanjangan berakhir. Tapi selanjutnya, blok Amerika Serikat dan blok Uni Soviet mengalami perang dingin dengan saling mengancam akan menggunakan nuklir. Sampai saat ini pun senjata nuklir masih menjadi masalah pelik. Terakhir, negara Iran harus berjanji tidak akan menggunakan teknologi nuklir mereka untuk membuat senjata.

Dunia yang mengandalkan senjata nuklir untuk mempertahakan kekuatan dan dominasi adalah dunia yang mengalami bukan transfigurasi, tapi disfigurasi, berubah rupa menjadi cacat dan tidak berbentuk. Cahaya gemilang dari bom atom tidak menunjukkan kemuliaan Tuhan tapi ketakutan dan keserakahan manusia yang merusak ciptaan Tuhan.

Marilah kita gunakan kesempatan ini untuk hening sejenak dan berdoa bersama untuk mengakhiri senjata nuklir di dunia.
https://www.youtube.com/watch?v=F-UZJWkXi3c

Comments are closed.
Translate ยป