Iman Biji Sesawi
Hari Raya Peringatan Santo Dominikus
Ulangan 6:4-13
Mazmur 18
Matius 17:14-20
Siapa yang tidak mau mengalami atau menyaksikan mujizat? Apalagi kalau mujizat itu dalam bentuk penyembuhan. Di mana-mana kalau yang namanya misa penyembuhan pasti gereja menjadi penuh. Apalagi kalau yang datang adalah tokoh yang terkenal mempunyai kuasa penyembuhan. Kadang kita pun ingin bisa membuat orang lain sembuh, terutama orang-orang yang kita cintai. Tapi seringkali juga kita tidak melihat ada kesembuhan yang berarti. Apakah itu berarti iman kita yang kurang, seperti yang dituduhkan Yesus pada para muridnya yang tidak berhasil menyembuhkan orang yang kerasukan setan?
Bisa jadi Matius menulis Injilnya juga dengan maksud menjawab pertanyaan yang sama dari umat yang hidup di jamannya. Jika jaman Yesus dan para rasul banyak sekali mujizat penyembuhan terjadi, kenapa sekarang jarang? Jawabannya adalah karena mereka kurang imannya, bahkan lebih kecil daripada biji sesawi (mustard seed) yang sangat kecil itu.
Tapi apakah sebenarnya iman itu? Iman bukanlah sesuatu yang membuat kita menjadi kuat sehingga bisa berkuasa mengusir setan atau menyembuhkan penyakit. Iman pertama-tama membuat kita bisa melihat sesuatu yang tidak langsung nyata, seperti karya agung Tuhan di balik semua kejadian di dunia ini. Karena itu dalam Kitab Ulangan hari ini Musa menyerukan umat Israel supaya selalu ingat bahwa tangan Tuhan ada di belakang semuanya: kota dan rumah yang dibangun, sumur yang digali, kebun yang ditanam. Kelihatannya memang manusia yang membuat semua itu, tapi sebenarnya itu semua adalah anugerah Tuhan.
Karena itu, mungkin beriman yang lebih baik adalah kesadaran akan kebesaran Tuhan dan bahwa semuanya adalah anugerah. Kalau sampai ada mujizat yang tertahan, mungkin itu karena kita sendiri yang menghalanginya. Doa dari Father Mychal Judge, OFM, romo chaplain dari pemadam kebakaran di New York City yang tewas ketika membantu para petugas pemadam pada tragedi 11 September 2001, sangat tepat untuk kita doakan bersama:
Lord, take me where you want me to go,
let me meet who you want me to meet,
tell me what you want me to say,
and keep me out of your way.
(Tuhan, hantarkan aku kemanapun Engkau mau aku pergi
pertemukan aku dengan siapapun yang Engkau mau aku temui
katakan padaku apapun yang Engkau mau aku wartakan
dan jangan biarkan aku menghalangi jalanMu)
