“Barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”
Zakaria 8:1-8
Mazmur 102
Lukas 9:46-50
Demam Paus Fransiskus masih terasa di Amerika Serikat ini. Kunjungan beliau minggu lalu benar-benar menggugah semangat saya, dan saya yakin hampir semua umat Katolik di negara ini. Dalam misa terakhirnya di Amerika Serikat, tepatnya di kota Philadelphia hari Minggu kemarin, ada salah satu pesan dalam homilinya yang sangat berkesan. Kebetulan bacaan Injil kemarin adalah versi Markus dari kata-kata Yesus yang kita temui di bacaan dari Lukas hari ini. Ijinkanlah saya membagikan pesan Bapa Suci untuk renungan kita hari ini:
“Yesus dimusuhi oleh orang-orang yang tidak bisa menerima perkataan dan perbuatanNya. Bagi mereka, kesediaanNya untuk menerima kejujuran dan ketulusan orang lain yang bukan merupakan bagian dari bangsa pilihan Allah (Israel) adalah sebuah skandal. Para muridNya bermaksud baik. Tapi godaan untuk membatasi kebebasan Allah yang memberi hujan berkat kepada semua orang, dari yang paling suci sampai yang paling berdosa, mengatasi birokrasi, peraturan yang kaku, dan pemikiran kelompok yang sempit: hal-hal inilah yang mengancam iman yang sungguh dan harus kita tolak.
Bagi Yesus, yang menjadi skandal adalah segalah hal yang menghancurkan keyakinan kita akan karya Roh Kudus. Kemurahan hati Tuhan tidak terbatas dan Dia terus menyebar benih. Ia menyebar benih kehadiranNya di dunia kita, karena ‘inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dahulu’ (1 Yoh 4:10). KAsih itu memberi kita sebuah keyakinan yang mendalam: Tuhan merindukan kita, Ia menanti kita. Keyakinan inilah yang membuat para murid mendorong, mendukung, dan membantu hal-hal baik yang terjadi di sekitar mereka. Meragukan karya Roh Kudus seolah-olah Ia tidak bisa berkarya di tengah mereka yang ‘bukan kelompok kita’, yang ‘bukan seperti kita,’ adalah godaan yang berbahaya. Pemikiran seperti itu tidak hanya menghalangi keyakinan iman yang benar, terlebih lagi itu adalah penyimpangan dari iman kita.”
Karena misa itu adalah dalam rangka Pertemuan Keluarga Sedunia, maka Paus Fransiskus menambahkan juga:
“Kalau saja kita semua bisa menjadi nabi! Kalau saja kita semua bisa terbuka terhadap mujizat kasih demi semua keluarga di dunia, dan karenanya bisa mengatasi segala skandal kasih yang sempit dan dangkal, yang menutup diri dan tidak bersabar terhadap orang lain! Siapa saja yang mau membawa ke dalam dunia ini sebuah keluarga yang mengajarkan anak-anaknya untuk bersemangat dalam segala perbuatan yang mengalahkan kejahatan, sebuah keluarga yang bisa bersaksi bahwa Roh Kudus hidup dan berkerja, akan kami hargai dan kami syukuri. Tidak peduli dari bangsa, daerah, atau agama apapun keluarga itu!”
Mengulangi pesan Yesus dalam Injil hari ini, Bapa Suci mengajak kita untuk membuka mata hati dan pikiran kita untuk melihat kehadiran kasih Tuhan dan karya Roh Kudus di sekitar kita, tidak hanya pada orang-orang Kristen saja, tetapi sampai pada mereka yang tidak kita sangka sekalipun.